SOLO — Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan Pemkot Surakarta siap memfasilitasi upaya penguatan ekosistem ketenagakerjaan bagi generasi muda. Dukungan disampaikan saat menghadiri kegiatan Youth Employment Connector yang digelar DPD KNPI Kota Surakarta, Sabtu (3/10/2026).
Respati menilai inisiatif KNPI Solo menjadi jembatan antara potensi generasi muda dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
"Kegiatan seperti ini bukan sekadar forum pertemuan atau seminar, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun jembatan yang lebih kuat antara potensi pemuda dengan dunia kerja," ujar Respati.
Modal Pemuda Solo: Energi, Kreativitas, hingga Pengalaman Organisasi
Menurut Respati, generasi muda Solo punya sejumlah modal penting untuk mendukung pembangunan kota. Modal itu meliputi energi, kreativitas, pendidikan, pengalaman berorganisasi, hingga keterampilan.
Berbagai potensi tersebut tetap perlu dihubungkan dengan informasi, kesempatan, pendampingan, dan kebutuhan dunia kerja yang tepat. Tanpa jembatan itu, kemampuan yang dimiliki pemuda berisiko tidak tersalurkan ke peluang yang sesuai.
Rumah Siap Kerja di Disnaker Solo Bantu Susun CV hingga Persiapan Wawancara
Pemkot Solo telah menghadirkan program Rumah Siap Kerja di Dinas Tenaga Kerja untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program yang diinisiasi Respati itu memfasilitasi pemuda mulai dari peningkatan kompetensi hingga akses peluang kerja dengan upah layak.
"Ada pemuda yang memiliki kemampuan tetapi belum mengetahui peluang yang tersedia. Ada juga yang telah memiliki pendidikan dan pengalaman, namun masih membutuhkan pendampingan dalam menyusun CV, mencari lowongan yang sesuai maupun mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja. Di Rumah Siap Kerja kita siap memfasilitasi," jelasnya.
Dari sisi dunia usaha, kebutuhan akan sumber daya manusia dengan kompetensi dan kesiapan kerja juga tidak kalah besar. Karena itu, ekosistem yang mempertemukan kedua sisi dinilai menjadi kunci.
Target 300 Talenta Masuk Basis Data dan 100 Peserta Pelatihan Career Readiness
Respati mengapresiasi target KNPI Kota Surakarta menghimpun 300 pemuda dalam talent database serta memberikan pelatihan awal Career Readiness kepada 100 peserta prioritas.
"Bagi kami, angka tersebut bukan sekadar target administratif. Di balik setiap data dan setiap peserta, ada individu yang sedang mempersiapkan masa depan, ada keluarga yang berharap, dan ada potensi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan Kota Surakarta," jelasnya.
Ia berharap Youth Employment Connector tidak berhenti pada forum pertemuan. Kelanjutan program berupa pelatihan, pendampingan, referral, serta perluasan akses informasi kerja dinilai perlu diwujudkan agar manfaatnya terasa langsung.
Kolaborasi Pemerintah, KNPI, dan Dunia Usaha Jadi Kunci
Pemkot Solo menyambut baik peran KNPI sebagai bagian dari jaringan yang memperluas jangkauan informasi dan layanan ketenagakerjaan kepada generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan dunia usaha dinilai penting agar akses pemuda ke dunia kerja semakin terbuka.
"Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus kita perkuat untuk memastikan bahwa pemuda Surakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan kota," imbuhnya.
Melalui sinergi tersebut, Pemkot Solo berharap semakin banyak pemuda yang mampu mengenali potensi diri, meningkatkan kesiapan kerja, dan memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi dan harapan mereka.