BATANG — Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, membenarkan adanya perusakan dan penganiayaan terhadap rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.27 WIB saat rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang baru tiba dan memarkir bus BIMA TRANS bernomor polisi Z 7539 GZ.
Bus tersebut dikemudikan Muhammad Ainur Ridha, yang juga tercatat sebagai pelapor dalam kejadian ini. Rombongan meninggalkan Hotel Monolog Solo usai mengikuti kegiatan kompetisi pertandingan U-18 sebelum berhenti di rest area tersebut.
Menurut Bintoro, insiden bermula ketika kernet bus bernama Irsad turun untuk mengambil koper di bagasi. Seorang pria tidak dikenal menghampiri dan menanyakan apakah bus itu membawa rombongan Persib.
"Selanjutnya orang tersebut memanggil teman-temannya yang lain dengan berkata, 'Bang sini ini benar rombongan Persib'," ujar Thio.
Tak lama berselang, sejumlah orang mendekati bus dan diduga melempar batu ke arah kendaraan. Kaca bus bagian kiri belakang dan kanan belakang pecah akibat lemparan tersebut.
Bintoro menyebut kerusakan bus bukan satu-satunya dampak dari penyerangan itu. Seorang official Persib U-18 bernama Pandu menjadi korban penganiayaan dalam peristiwa yang sama.
"Selain merusak bus, seorang official Persib U-18 bernama Pandu juga menjadi korban penganiayaan," ungkapnya.
Polisi belum merinci jumlah pelaku yang terlibat maupun identitas mereka. Penyebab penyerangan juga masih dalam penelusuran, termasuk apakah ada keterkaitan dengan pertandingan yang baru dijalani rombongan di Solo.
Polresta Batang menyatakan tengah mendalami peristiwa ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi dari rombongan dan petugas rest area. Barang bukti berupa pecahan kaca dan keterangan pelapor menjadi bahan awal penyelidikan.
Kerugian materi akibat kerusakan bus belum dihitung secara resmi. Pihak rombongan Persib U-18 belum memberikan keterangan tambahan soal kondisi para pemain setelah kejadian tersebut.