JAWA TENGAH — Taisei Marukawa memenuhi syarat domisili lima tahun berturut-turut di Indonesia tanpa pernah pulang ke Jepang, membuka jalan naturalisasi mandiri untuk winger Dewa United tersebut. Staf Khusus Menkumham Noor Korompot menyebut dokumen pemain 29 tahun itu lengkap dan siap diajukan.
Proses naturalisasi Marukawa berjalan lewat jalur mandiri, bukan jalur prestasi yang biasa ditempuh pemain asing. Noor Korompot membeberkan hal itu dalam siniar Bola Break Bola.com, menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan hingga ke data perlintasan.
Marukawa menetap di Indonesia sejak 2021. Selama lima tahun itu, ia tidak pernah kembali ke Jepang, syarat yang membuatnya lolos sebagai calon warga negara melalui domisili.
Data Perlintasan Jadi Bukti Kunci
Pemeriksaan riwayat keluar-masuk wilayah menjadi bagian penting dari pengajuan dokumen. Noor menyebut hal itu sebagai pembeda Marukawa dari pemain asing lain yang kariernya di Indonesia terputus-putus.
"Jalur mandiri karena dia sudah berdomisili lima tahun berturut-turut di sini dan tidak pernah kembali ke Jepang. Itu hebatnya Taisei Marukawa," ujar Noor Korompot.
"Jadi, dia memenuhi syarat untuk diajukan dinaturalisasi. Yang lima tahun itu tidak boleh pulang. Data perlintasan dicek," ucapnya menambahkan.
Dari Pemain Terbaik Liga ke Dewa United
Marukawa lahir di Higashihiroshima, 30 Januari 1997. Ia tiba di Indonesia pada 2021 dengan latar Liga Malta dan langsung bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Musim perdananya berjalan gemilang. Marukawa dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi 2021/2022 setelah membukukan 17 gol dan 10 assist dalam 32 penampilan.
Setelah itu ia membela PSIS Semarang selama dua musim, lalu hijrah ke Dewa United pada 2024 dan masih menjadi bagian skuat hingga sekarang.
Top Assist Kedua di BRI Super League
Musim ini Marukawa nyaris selalu tampil untuk Dewa United. Satu-satunya laga yang ia lewatkan adalah kekalahan empat gol tanpa balas kontra Arema FC pada pertandingan terakhir.
Catatan empat assist menempatkannya sebagai pemberi assist terbanyak kedua di BRI Super League musim ini. Kontribusi itu datang dari sektor sayap yang menjadi posisi langka di skuad Timnas Indonesia.
Opsi Baru Jelang Piala Asia 2027
Jika proses naturalisasi tuntas, Marukawa berpotensi menjadi alternatif di lini serang Timnas Indonesia, terutama menjelang Piala Asia 2027. Usianya masih masuk kategori produktif.
"Taisei itu secara dokumen lengkap, ya. Artinya dia sudah berdomisili lima tahun di Indonesia. Kedua, dia juga pesepak bola. Secara usia belum tua-tua amat, masih 29 tahun," ucap Noor Korompot.
Yang belum jelas, kapan berkas Marukawa masuk ke meja Kementerian Hukum dan kapan prosesnya rampung. Noor hanya memastikan pendampingan berjalan dan syarat domisili sudah terpenuhi.