Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.895 per Dolar AS, Terbatas oleh Geopolitik

Penulis: Puguh Triyono  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 09:48:31 WIB
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp 17.895 per dolar AS pada Senin (12/10).

JAWA TENGAH — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat tipis ke level Rp 17.895 per dolar AS pada Senin (12/10), naik 4 poin atau 0,02% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.899. Analis Doo Financial Lukman Leong menilai penguatan ini ditopang penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar, tetapi masih terbatas karena situasi geopolitik yang kembali memanas.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menyebut ada dua faktor utama di balik pergerakan rupiah kali ini. Penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar menjadi penopang utama mata uang nasional.

Penurunan Harga Minyak dan Indeks Dolar Jadi Penopang

Lukman menjelaskan, pasar merespons harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel yang akan dilepas Rusia setiap hari atas permintaan Presiden AS Donald Trump. Ekspektasi ini menekan harga minyak dunia sekaligus melemahkan indeks dolar.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar oleh harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel yang akan dilepas Rusia tiap hari atas permintaan Trump," kata Lukman saat dihubungi, Senin (12/10).

Meski demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah tetap terbatas. Situasi geopolitik yang kembali memanas menjadi faktor penahan utama.

Selat Hormuz Belum Dibuka, Ketegangan Iran-AS Masih Jadi Beban

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS menerima rencana tujuh poin usulan Teheran terkait penyelesaian damai yang disampaikan melalui Qatar pada September lalu.

"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Pihak Amerika mencoba berkomunikasi dengan kami melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan Iran Press TV, Minggu (11/10).

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi ekspor minyak Timur Tengah. Ketegangan di kawasan ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Pasar

Pergerakan rupiah yang terbatas mencerminkan pasar masih menunggu perkembangan konflik Iran-AS. Bagi investor, volatilitas kurs berdampak langsung pada imbal hasil obligasi dolar dan saham sektor yang bergantung pada impor bahan baku.

Pelaku usaha yang memiliki utang dalam dolar AS perlu mencermati risiko pelemahan lanjutan jika ketegangan geopolitik berlanjut. Sebaliknya, eksportir bisa memanfaatkan momentum penguatan terbatas ini untuk melakukan hedging.

Pasar akan memantau perkembangan komunikasi antara Iran dan AS melalui jalur Irak, Pakistan, dan Qatar. Arah rupiah dalam beberapa sesi ke depan sangat bergantung pada apakah ada sinyal deeskalasi dari kedua pihak.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top