SEMARANG — Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, merinci wilayah-wilayah yang lebih dulu memasuki musim hujan. Menurutnya, hujan mulai turun pada dasarian I November 2026 di Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian Temanggung, Purbalingga, sebagian Tegal, Brebes, serta sebagian wilayah selatan dan Banyumas.
"Sementara untuk wilayah Pegunungan Tengah yang lain (memasuki musim hujan) dasarian II dan III November. Dan wilayah lainnya dasarian I dan II Desember," kata Winda, Senin, 12 Oktober 2026.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mencatat kemunduran awal musim hujan terjadi hampir merata. Sebanyak 87 persen wilayah diprediksi mengalami kemunduran hingga tiga dasarian atau lebih.
"Jika dibandingkan dengan normalnya, untuk wilayah-wilayah umumnya mundur satu sampai dua dasarian. Namun, yang paling banyak itu lebih dari tiga dasarian," jelas Winda.
Durasi musim hujan di Jateng diperkirakan berlangsung sekitar 7-8 bulan. BMKG memprediksi durasi tersebut lebih pendek dari kondisi normal, dengan kemunduran satu hingga tiga dasarian atau lebih pada 97 persen wilayah.
BMKG memperkirakan sifat hujan selama musim hujan berada di kategori normal. Meski demikian, sejumlah wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal.
"Beberapa wilayah ada yang sifatnya di bawah normal terutama di sebagian Pantura Timur sisi utara, artinya curah hujannya lebih kecil dari biasanya. Itu mulai dari Kabupaten Jepara, sebagian kecil wilayah Cilacap, sebagian wilayah Demak utara yang berbatasan dengan Jepara, dan Pati," terang Winda.
Potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat tiba-tiba diperkirakan muncul selama masa peralihan musim. Winda mengimbau masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan.
"Untuk masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah, di masa peralihan itu berpotensi terjadi cuaca ekstrem, mohon diantisipasi. Kemudian untuk wilayah yang rentan terhadap potensi kebencanaan, mohon diwaspadai," ujarnya.
Winda menyarankan antisipasi dini dilakukan dengan membersihkan saluran air yang macet. Langkah itu dinilai bisa mengurangi dampak yang timbul saat hujan lebat melanda.
"Bisa diantisipasi sekarang untuk saluran air yang macet atau got untuk mengurangi dampak yang bisa ditimbulkan saat hujan lebat," imbuhnya.