JEPARA — Rombongan meninjau langsung pemeriksaan kesehatan di Desa Sukodono yang menggabungkan tiga program sekaligus: Cek Kesehatan Gratis (CKG), Spesialis Keliling (Speling), dan Active Case Finding (ACF). Setelah peninjauan, Wamenkes menghadiri deklarasi Desa Siaga TBC di Pendopo R.A. Kartini Jepara.
Benjamin mengapresiasi pelaksanaan skrining, terutama pemeriksaan terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Meski begitu, capaian 107 titik dari target 161 titik menunjukkan masih ada sejumlah lokasi yang belum menjalankan program tersebut.
Pemeriksaan ketat terhadap kontak erat pasien TBC menjadi salah satu poin yang disorot dalam evaluasi. Pendekatan ini dinilai penting untuk memutus rantai penularan di tingkat desa.
"Saya senang bahwa kita melakukan program untuk melakukan skrining ketat terhadap kontak erat TB di Kabupaten Jepara. Ditargetkan 161 titik, tadi sudah berlangsung di 107 titik," kata Benjamin.
Evaluasi juga mencakup program CKG, pengembangan layanan puskesmas, serta rencana revitalisasi RSUD R.A. Kartini. Menurut Benjamin, evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan penemuan kasus dan penanganan TBC di daerah.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut target penemuan kasus TBC di wilayahnya pada 2026 mencapai 3.000 kasus. Hingga kini, kasus yang berhasil ditemukan baru sekitar 1.900.
Pemkab Jepara mendorong skrining diperluas agar kasus yang belum terdeteksi bisa ditemukan lebih awal. Kader TBC dilibatkan untuk membantu penemuan kasus dan mendampingi masyarakat.
Pemerintah daerah berencana memberikan insentif Rp500 ribu per bulan kepada kader TBC mulai bulan depan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penerbitan surat keputusan (SK).
"Tadi ada kabar baik juga bahwa kader-kader TB mendapat insentif Rp500 ribu per bulan mulai bulan depan, tergantung SK-nya," ujar Witiarso.
Dengan capaian 107 titik, Pemkab Jepara masih memiliki 54 lokasi yang perlu menyusul melaksanakan skrining sebelum target 161 titik terpenuhi sepanjang 2026.