Danantara Gelar DTIIF 2026, Targetkan 1.500 Peserta dan 131 CEO Teknologi Global

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48:31 WIB
Danantara Indonesia akan menggelar DTIIF 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta.

JAWA TENGAH — Danantara Indonesia akan menyelenggarakan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta, forum investasi teknologi pertama yang digelar sovereign wealth fund tersebut. Ajang ini menargetkan lebih dari 1.500 peserta, termasuk 131 CEO perusahaan teknologi dunia, 170 inovator global, dan 67 pusat riset. Forum difokuskan menjembatani teknologi global dengan enam sektor industri strategis nasional.

Pendaftaran DTIIF 2026 dibuka melalui tautan resmi dan seluruh peserta akan melewati tahap peninjauan penyelenggara sebelum diterima. Penyelenggara membuka akses informasi melalui situs web resmi forum serta akun Instagram @danantara.indonesia.

Forum ini mengusung tema "Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth". Selain CEO teknologi dan inovator, acara akan dihadiri lebih dari 50 BUMN, peraih Nobel, investor sovereign dan institusional, serta perwakilan pemerintah.

Enam Sektor Industri Jadi Fokus Investasi

Rangkaian diskusi DTIIF 2026 dipusatkan pada enam industri yang dinilai menentukan daya saing Indonesia ke depan:

  • Energi
  • Pertanian, Pangan, dan Kesehatan
  • Material Maju dan Semikonduktor
  • Transportasi dan Infrastruktur
  • Keuangan dan Perbankan
  • AI, Infrastruktur Digital, dan Telekomunikasi

Perusahaan teknologi global seperti Google dan Microsoft masuk dalam daftar pembicara yang telah dikonfirmasi. Kehadiran mereka menempatkan DTIIF 2026 sebagai salah satu forum teknologi dengan konsentrasi korporasi global terbesar di Asia Tenggara sepanjang tahun ini.

Tiga Hari, Tiga Fokus Berbeda

Panitia menyusun alur forum secara bertahap selama tiga hari. Hari pertama bertema Strategic Outlook and Global Partnership, menetapkan prioritas bersama dan menjalin kemitraan global.

Hari kedua mengangkat Technology, Innovation, and Investment Collaboration, menghubungkan teknologi dan gagasan dengan sektor industri serta permodalan. Hari ketiga berfokus pada Youth, Inclusion, and Sustainable Future, membangun ekosistem inovasi yang inklusif bagi generasi mendatang.

Sesi forum akan diisi pemaparan portofolio investasi oleh jajaran pimpinan Danantara dalam C-Suite Session, Nobel Laureate lecture, sector showcase, project pitching, hingga business matching terstruktur.

Industrialisasi Inovasi Jadi Tolok Ukur

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menegaskan investasi tidak boleh berhenti pada kemajuan teknologi semata. Menurutnya, terobosan harus diubah menjadi kapasitas produksi nyata.

"Bagi Danantara Indonesia, investasi harus mendorong bukan hanya kemajuan teknologi, tetapi juga adopsi dan industrialisasi inovasi dalam skala besar. Dengan mengubah terobosan menjadi kapasitas nyata, kita dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan membuka sumber-sumber nilai baru," ujar Sigit.

Pemerintah menempatkan Danantara sebagai kendaraan investasi strategis yang mengelola aset negara untuk mendorong pertumbuhan di sektor bernilai tambah tinggi. DTIIF 2026 menjadi ajang pertama Danantara menyatukan inovator global, modal jangka panjang, dan kebutuhan industri domestik dalam satu forum.

Ukuran Sukses Bukan Jumlah MoU

Sigit menekankan keberhasilan forum diukur dari aksi setelah acara berakhir, bukan dari banyaknya penandatanganan kerja sama di atas panggung. Setiap kemitraan, MoU, dan pipeline proyek akan ditindaklanjuti agar komitmen yang tercapai berbuah proyek berdampak nyata.

"Setiap kemitraan, MoU, and pipeline proyek dari Forum ini akan terus ditindaklanjuti, sehingga komitmen yang tercapai dapat menghasilkan proyek berdampak nyata, lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat Indonesia, serta hubungan yang lebih erat antara para inovator, investor, dan industri," tambah Sigit.

Bagi pelaku usaha dan investor yang ingin masuk ke rantai pasok teknologi global, DTIIF 2026 menawarkan jalur business matching terstruktur dengan 131 CEO perusahaan teknologi dan lebih dari 50 BUMN. Proyek yang masuk pipeline diharapkan berstatus bankable sehingga bisa langsung masuk tahap pembiayaan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: jurnas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top