Tandu Asli Jenderal Sudirman Dipamerkan di Museum Satria Mandala Jakarta

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:51:02 WIB
Tandu asli Jenderal Sudirman dipamerkan di Ruang Dharmapertiwi Jayasakti, Museum Satria Mandala, Jakarta.

JAWA TENGAH — Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menyimpan tandu asli yang dipakai Panglima Besar Jenderal Sudirman selama perang gerilya Agresi Militer Belanda II 1948-1949. Tandu berukuran sekitar 1,5 meter itu diletakkan di Ruang Dharmapertiwi Jayasakti dan bisa dilihat langsung oleh pengunjung museum. Koleksi ini menjadi bukti perjalanan gerilya sejauh sekitar 1.000 kilometer dari Yogyakarta hingga Kediri yang ditempuh selama tujuh bulan.

Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya dalam kondisi sakit tuberkulosis (TBC) yang dideritanya. Karena kondisi tubuhnya yang lemah, ia harus ditandu sepanjang perjalanan menyusuri rute perang dari Yogyakarta menuju Kediri. Tandu yang digunakan itu kini menjadi salah satu koleksi bersejarah yang paling berharga di Museum Satria Mandala.

Kondisi Fisik Tandu yang Dipamerkan

Tandu berukuran sekitar 1,5 meter tersebut masih lengkap dengan kainnya. Benda ini menjadi saksi perang kemerdekaan yang dipimpin Jenderal Sudirman saat menghadapi Agresi Militer Belanda II. Pengunjung dapat melihat langsung kondisi tandu yang terawat di dalam ruangan museum.

Rute Perjalanan Gerilya yang Ditorehkan

Perjalanan gerilya dimulai dari Yogyakarta pada 22 Desember 1948. Jenderal Sudirman ditandu menyusuri rute perang hingga berakhir di Kediri pada 8-10 Juli 1949. Seluruh perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1.000 kilometer selama tujuh bulan lamanya.

Peta Besar di Ruang Pameran

Selain tandu, Museum Satria Mandala juga menyimpan peta besar yang menceritakan perjalanan Jenderal Sudirman saat ditandu. Peta ini membantu pengunjung memahami rute perang gerilya secara lebih utuh. Penempatan peta di ruang yang sama memudahkan wisatawan mengikuti alur kisah sejarah.

Penjelasan Pengelola Museum

Kasub Promosi Museum Satria Mandala, Yulianto Setiawan, menegaskan bahwa tandu tersebut merupakan benda asli yang pernah digunakan Jenderal Sudirman. "Tandu asli ini pernah dipakai Pak Sudirman perang gerilya saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948 sampai 1949," kata Yulianto kepada detikTravel, Senin (12/10/2026).

Yulianto juga menuturkan bahwa perjalanan tersebut ditempuh dalam kondisi sakit. "Dengan jalan kaki sepanjang seribu kilometer dalam kondisi sakit, ditempuh selama tujuh bulan. Ini kisah nyatanya. Jadi ini bukti sejarahnya, tandu ini," ujarnya.

Lokasi dan Akses Menuju Museum

Museum Satria Mandala berlokasi di Jalan Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lokasinya berada di kawasan Kuningan yang mudah dijangkau dari berbagai penjuru Jakarta. Pengunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum menuju area museum.

Tips Berkunjung

Siapkan waktu cukup untuk menyusuri seluruh ruang pameran, termasuk Ruang Dharmapertiwi Jayasakti tempat tandu dipajang. Pelajari konteks sejarah Agresi Militer Belanda II sebelum datang agar kunjungan lebih bermakna. Untuk informasi jam operasional dan tiket masuk terkini, konfirmasi langsung ke pihak Museum Satria Mandala.

Durasi ideal kunjungan ke Museum Satria Mandala sekitar satu hingga dua jam. Selain tandu Jenderal Sudirman, museum ini menyimpan berbagai koleksi militer lain yang memperkaya wawasan sejarah perjuangan Indonesia.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top