JAWA TENGAH — Maserati bersiap menghadirkan SUV listrik pengganti Levante dan crossover bergaya shooting brake sebagai penerus Quattroporte. Kedua model itu akan masuk dalam peta produk baru yang diumumkan Desember mendatang di Modena, Italia. Langkah ini menegaskan merek mewah Italia tersebut tetap bertahan di bawah naungan Stellantis.
Rencana itu terungkap dari pernyataan dua petinggi perusahaan. CEO Stellantis Antonio Filosa kepada Bloomberg TV memastikan Maserati tidak akan dilepas dari portofolio grup, sementara CEO Maserati Santo Ficili membeberkan arah produk barunya dalam laporan Auto Express.
Kepastian ini sekaligus mematahkan rumor yang beredar beberapa tahun terakhir soal nasib Maserati di bawah Stellantis. Panggung Paris auto show pekan ini memang kosong dari kehadiran Maserati, tetapi panggung sesungguhnya sudah disiapkan untuk Desember.
Levante versi bensin dihentikan produksinya, dan penerusnya dijanjikan mengusung powertrain listrik penuh. Model ini akan menempati posisi di atas Grecale Folgore dalam lini SUV listrik Maserati.
Levante generasi lama dikenal lewat mesin twin-turbo V6 dan V8 yang bertenaga besar. Jika dimensi SUV listrik baru ini mengikuti jejak pendahulunya, ukurannya akan lebih besar dari Grecale Folgore yang bermain di segmen kompak.
Nama Quattroporte melekat sebagai sedan sejak pertama kali diperkenalkan pada 1960-an. Ficili menyatakan generasi berikutnya tidak akan berbentuk sedan lagi.
Siluet barunya digambarkan "sesuatu di antara shooting brake dan crossover", dengan proporsi "mobil yang sangat rendah namun besar". Ini perubahan fundamental bagi salah satu nama paling bersejarah di jajaran Maserati.
Filosa menyebut presentasi Desember nanti akan memuat rencana menyeluruh, mencakup produk baru dan teknologi. Lokasi pengumumannya di Modena, kota asal Maserati di Italia.
Penjualan Maserati memang menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tarif impor yang mahal dan ketidakpastian posisi merek di grup Stellantis turut membebani.
Namun hingga kini belum ada satu pun pengumuman resmi soal spesifikasi, harga, atau tanggal peluncuran kedua model tersebut. Semua masih bersandar pada pernyataan eksekutif dan laporan media.
Belum ada informasi soal platform yang dipakai, kapasitas baterai, jangkauan, maupun target pasar. Nama resmi kedua model pun belum dipastikan apakah tetap memakai Levante dan Quattroporte.
Bagi konsumen Indonesia, Maserati bukan pemain volume besar. Merek ini hadir lewat segmen mewah terbatas, sehingga dampak langsung rencana produk ini terhadap pasar lokal cenderung minim dalam waktu dekat.