PSIM Yogyakarta Pecat Jean Paul van Gastel Usai Nol Kemenangan di 5 Laga

Penulis: Surya Dinata  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:46:31 WIB
Direktur Utama PSIM Yogyakarta Yuliana Tasno mengumumkan pemecatan pelatih kepala Jean Paul van Gastel di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026).

JAWA TENGAH — PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean Paul van Gastel setelah tim tanpa kemenangan dalam lima pekan pertama Super League 2026/2027. Keputusan pemecatan diumumkan langsung Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026) sore, dengan asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai caretaker.

Langkah pemutusan kontrak diambil manajemen Laskar Mataram setelah menimbang rapor merah van Gastel pada awal musim. PSIM baru mengoleksi satu poin dari lima pertandingan, hasil dari satu imbang di laga pembuka dan empat kekalahan beruntun.

Yuliana Tasno menyatakan pemecatan pelatih asal Belanda itu merupakan bagian dari tanggung jawabnya menjaga keberlangsungan klub. Menurutnya, keputusan diambil setelah melalui pertimbangan matang bersama manajemen.

"Tugas saya sebagai direktur utama adalah pastinya memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM ke depannya, oleh sebab itu saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Coach JP," kata Liana, sapaan akrabnya.

Guntur Cahyo Utomo Ditunjuk sebagai Caretaker

Manajemen tidak membiarkan kursi pelatih kepala kosong terlalu lama. Guntur Cahyo Utomo, yang sebelumnya menjabat asisten pelatih, langsung ditugaskan sebagai caretaker.

Guntur akan memimpin tim sementara hingga manajemen menemukan pengganti permanen van Gastel. Belum ada nama yang disebut manajemen terkait kandidat pelatih baru.

Peringkat 16 Klasemen, Satu Poin dari Lima Laga

Rentetan hasil negatif membuat PSIM terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi satu poin. Posisi itu menjadi tekanan tersendiri bagi tim berstatus promosi yang musim lalu finis di peringkat ke-11.

Catatan musim lalu sebenarnya cukup menjanjikan. Van Gastel, mantan pelatih NAC Breda, membawa Laskar Mataram tampil kompetitif pada awal Super League 2025/2026 sebelum mengakhiri musim di papan tengah.

Namun performa tersebut tidak berlanjut. Empat kekalahan beruntun pada musim ini membuat manajemen kehabisan kesabaran dan memilih mengubah arah di kursi pelatih.

Manajemen Minta Maaf ke Brajamusti dan Maident

Pihak klub juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter karena belum mampu menghadirkan performa terbaik PSIM. Manajemen berharap keputusan ini mendapat dukungan dari pendukung setia Laskar Mataram.

"Saya harap keputusan dari manajemen ini bisa didukung dengan baik oleh suporter, baik Brajamusti dan Maident dan keputusan ini bisa membawa suasana baik itu di locker room maupun ketika berkompetisi selama 90 menit akan menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," ucap Liana.

Bagi PSIM, pergantian pelatih di tengah kompetisi menjadi taruhan besar. Tim butuh poin cepat untuk keluar dari zona bawah klasemen sebelum jarak dengan pesaing semakin melebar.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top