SEMARANG — Sebanyak 10 provinsi masuk daftar wilayah dengan hari tanpa hujan (HTH) terpanjang versi BMKG. DIY memuncaki daftar dengan 161 hari, disusul Jawa Tengah 160 hari, lalu Jawa Timur 159 hari.
Di bawah tiga provinsi Jawa itu, Nusa Tenggara Timur mencatat 148 hari dan Nusa Tenggara Barat 145 hari. Bali menyusul dengan 143 hari, Jawa Barat 140 hari, Banten 137 hari, Sulawesi Selatan 132 hari, dan Maluku 124 hari.
BMKG menyebut zona musim di Indonesia masih didominasi kondisi kemarau pada periode pemutakhiran itu. Kendati demikian, banyak provinsi tercatat tidak diguyur hujan lebih dari sebulan.
“Hingga pemutakhiran 10 Oktober 2026, Zona Musim di Indonesia dominan mengalami musim kemarau. Namun demikian, banyak provinsi yang tidak hujan selama lebih dari satu bulan,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
Gambaran berbeda muncul di sebagian wilayah. Pada 1–4 Oktober, hujan lebat mengguyur Papua, Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
BMKG menjelaskan, pola kemarau yang diselingi hujan di beberapa daerah itu dipicu dinamika atmosfer regional dan lokal. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di wilayah Sumatera disebut ikut berperan.
Faktor lain adalah perlambatan kecepatan angin di sekitar Papua serta suhu muka laut yang relatif hangat. Kombinasi kondisi itu memicu pengangkatan massa udara dan pembentukan awan hujan yang signifikan.
Bagi warga Jawa Tengah, catatan 160 hari tanpa hujan menjadi peringatan soal tekanan pasokan air. Wilayah yang masuk daftar teratas BMKG umumnya menghadapi risiko kekeringan lahan pertanian dan penurunan debit sumber air bersih.