4 Destinasi Wisata Terbaru di Brebes yang Viral di Media Sosial, dari Panenjoan Salem hingga Ranto Canyon

Penulis: Qodri Anwar  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:46:02 WIB
Wisatawan menyusuri jalur trekking di kawasan Mangrove Forest Sari, Desa Kaliwlingi, Brebes.

BREBES — Kabupaten Brebes yang selama ini dikenal lewat komoditas telur asin perlahan membenahi diri dengan menghadirkan ruang rekreasi alam. Sejumlah kawasan perbukitan hingga sungai tersembunyi kini menyedot kunjungan wisatawan, terutama kalangan muda yang memburu latar foto untuk konten media sosial.

Pengelola destinasi menyiapkan fasilitas pendukung, dari gardu pandang hingga jalur trekking, untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Berikut empat lokasi yang paling sering muncul di platform video pendek.

1. Panenjoan Salem dan Lautan Awan di Ketinggian

Kawasan perbukitan di Kecamatan Salem menyuguhkan pemandangan yang kerap dijuluki "Negeri di Atas Awan" pada pagi hari. Jembatan kayu dan gardu pandang yang menjorok ke arah tebing menjadi spot foto utama.

Kepopuleran lokasi ini melonjak berkat video lanskap yang berseliweran di berbagai platform video pendek. Tiket masuk dibanderol Rp10.000, dan pengunjung disarankan tiba sebelum pukul 06.00 agar sempat menangkap kabut tebal sebelum matahari terbit.

2. Ranto Canyon, Susur Sungai di Antara Tebing Purba

Tersembunyi di Desa Winduasri, destinasi ini dijuluki "Green Canyon-nya Kabupaten Brebes". Aktivitas utamanya body rafting menyusuri sungai yang diapit dua tebing batu purba eksotis setinggi 10 hingga 20 meter.

Paket body rafting sekitar Rp30.000 sudah termasuk pemandu dan sewa helm keselamatan. Pemandangan batuan berlumut hijau di sepanjang lintasan menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari adrenalin.

3. Bukit Bintang Capar untuk Berkemah Sambil Memandang Kota

Camping ground di Kecamatan Salem ini viral di kalangan pemuda karena menyajikan pemandangan lampu kota yang kerlap-kerlip di malam hari. Pada siang hari, lanskap perbukitan hijau membentang hingga ufuk cakrawala.

Sejumlah musisi indie lokal dan selebgram menjadikan area kemah ini lokasi syuting konten. Biaya sewa lapak kemah mulai Rp15.000, dan pengelola juga menyewakan tenda lengkap bagi pengunjung yang datang tanpa perlengkapan.

4. Mangrove Forest Sari, Wisata Pesisir yang Terus Berbenah

Meski sudah lama diresmikan, destinasi pesisir di Desa Kaliwlingi ini terus menambah inovasi agar tetap relevan. Lintasan trekking kayu panjang yang dicat warna-warni kontras menjadi latar belakang favorit para pemburu foto.

Tiket masuk Rp20.000 sudah termasuk biaya perahu penyeberangan ke area hutan mangrove. Sentuhan modern pada elemen wisata ini mempertahankan posisinya sebagai tujuan wajib kunjung pelancong luar kota.

Rute Menuju Perbukitan Salem Perlu Kendaraan Prima

Infrastruktur menuju perbukitan Salem memiliki kontur meliuk-liuk dengan tanjakan yang menguji keterampilan mengemudi. Kendaraan disarankan dalam kondisi rem prima, dan pengemudi sebaiknya sudah berpengalaman di medan pegunungan.

Bagi yang hendak mengejar lautan awan, tiba di lokasi sebelum pukul 06.00 menjadi kunci. Pakaian hangat dan kamera resolusi tinggi disebut pengunjung sebagai bekal wajib.

Viralitas Media Sosial dan Imbauan Menjaga Fasilitas

Fenomena media sosial terbukti menjadi motor penggerak sektor pariwisata di daerah terpencil ini. Ribuan wisatawan disebut datang setiap bulan ke destinasi-destinasi tersebut.

Wisatawan diimbau tetap bijak dengan tidak merusak fasilitas maupun menginjak tanaman secara sembarangan hanya demi sebuah foto konten.

Apakah Body Rafting Ranto Canyon Aman Saat Musim Hujan?

Pengelola menyarankan wisatawan memeriksa kondisi debit air sebelum memesan paket body rafting, terutama pada musim hujan. Aktivitas susur sungai tetap berjalan dengan pendampingan pemandu dan penggunaan helm keselamatan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top