Vaksinasi HPV DWP ESDM Digelar di 4 Kota, 784 Peserta Ikut Pemeriksaan Dini

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:48:01 WIB
Peserta mengikuti vaksinasi HPV serentak di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10).

JAWA TENGAH — Sebanyak 784 pegawai perempuan dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian ESDM mengikuti vaksinasi HPV serentak di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu. Kegiatan yang dirangkai dengan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) ini menjadi bagian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Penasihat DWP ESDM Sri Suparni Bahlil menekankan deteksi dini tidak boleh menunggu munculnya keluhan.

Vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berlangsung di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10). Peserta tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari unit kerja di Bandung, Yogyakarta, dan Cepu yang mengikuti layanan serupa.

Selain vaksinasi HPV, panitia menyediakan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Kombinasi dua layanan ini dipilih karena keduanya menyasar jalur pencegahan yang berbeda: vaksin menurunkan risiko kanker serviks, sementara skrining payudara bertujuan menemukan perubahan jaringan sedini mungkin.

Alasan Sri Suparni Minta Perempuan Tidak Menunda Pemeriksaan

Dalam sambutannya, Sri Suparni menyoroti kebiasaan perempuan yang baru datang ke fasilitas kesehatan setelah gejala muncul. Ia meminta pola pikir itu diubah, terutama karena perempuan memegang peran sentral dalam pengelolaan keluarga.

"Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat," ujar Sri Suparni.

Ia menyebut rasa takut, malu, dan kesibukan sebagai tiga penghalang utama yang membuat perempuan menunda pemeriksaan. Menurutnya, merawat diri bukan tindakan egois, melainkan bagian dari cara merawat keluarga.

"Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga," katanya.

Vaksinasi HPV Bukan Titik Akhir Pencegahan

Sri Suparni mengingatkan vaksinasi HPV tidak menggantikan skrining berkala. Pemeriksaan tetap perlu dijalankan sesuai anjuran tenaga kesehatan, karena vaksin hanya menurunkan risiko, bukan menghilangkan kemungkinan penyakit.

Pandangan itu sejalan dengan posisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menempatkan vaksinasi HPV, skrining, dan penanganan lesi prakanker sebagai satu rangkaian pencegahan kanker serviks. Skrining berfungsi menemukan perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.

Untuk kanker payudara, jalur pencegahannya berbeda. Tidak ada vaksin yang bisa menangkal penyakit ini, sehingga deteksi dini bergantung pada kesadaran perempuan mengenali kondisi tubuhnya sendiri.

"Kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

Peserta Diminta Jadi Penggerak Kesehatan di Lingkungan Sendiri

Manfaat kegiatan tidak berhenti pada layanan yang diterima peserta. Sri Suparni mendorong peserta menyebarkan informasi yang benar ke keluarga dan lingkungan sekitar, termasuk mengajak anak perempuan mengikuti imunisasi HPV sesuai program pemerintah.

Peran sebagai penggerak kesehatan dinilai penting karena jangkauan layanan formal terbatas. Informasi dari mulut ke mulut di lingkungan terdekat kerap lebih efektif mendorong perempuan lain melakukan pemeriksaan.

Ke depan, Sri Suparni berharap jangkauan pemeriksaan diperluas agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah memperoleh akses terhadap fasilitas deteksi dini kanker. Perluasan akses menjadi kunci, mengingat layanan vaksinasi dan skrining selama ini terkonsentrasi di kota besar.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top