JAWA TENGAH — PT PLN (Persero) mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel berkapasitas 50 megawatt di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk menambal pasokan listrik yang tergerus kemarau panjang. Dari total kapasitas itu, 20 MW sudah beroperasi dan 30 MW masih dalam tahap penyiapan. Langkah ini menjadi kunci menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi di tengah ancaman penurunan produksi PLTA.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo menyatakan penambahan kapasitas tersebut merupakan respons cepat perusahaan atas melemahnya kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air akibat kemarau berkepanjangan. Menurut dia, penguatan kapasitas pembangkit menjadi salah satu upaya konkret memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi.
Dari total 50 MW, sebanyak 20 MW telah masuk ke sistem dan sisanya 30 MW tengah disiapkan agar segera beroperasi. Penambahan daya ini diharapkan menjaga kontinuitas layanan kelistrikan di wilayah Sulawesi, terutama saat pasokan dari PLTA menurun.
"Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga," ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
PLTA selama ini menjadi tulang punggung pasokan listrik di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi. Ketika debit air turun akibat kemarau panjang, kapasitas produksi ikut tergerus dan berpotensi mengganggu pasokan ke rumah tangga maupun industri.
PLN menilai penguatan kapasitas pembangkit perlu diiringi kesiapan operasional dan evaluasi sistem secara berkelanjutan. Langkah itu tidak hanya untuk mengantisipasi tantangan pasokan saat ini, tetapi juga memastikan sistem kelistrikan mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan energi pada masa mendatang.
"Kami ingin menjaga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tambah Rizal.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengapresiasi langkah PLN memperkuat pasokan listrik. Menurut dia, listrik merupakan kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi penopang aktivitas ekonomi serta investasi di daerah.
"Listrik ini kebutuhan primer dan masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami kolaborasi dengan PLN untuk mempercepat tambahan pasokan listrik. Dan ini luar biasa, PLN bisa realisasikan tambahan pembangkit di Sulteng. Kami sangat apresiasi PLN, terima kasih," ucap Anwar.
Penambahan 50 MW di Sigi menempatkan PLN pada posisi menjaga keseimbangan antara permintaan listrik yang terus tumbuh dan risiko cuaca ekstrem yang makin sering mengganggu pembangkit berbasis air. Bagi warga Sulawesi Tengah, kehadiran PLTD ini menjadi jaminan bahwa aktivitas rumah tangga, usaha, hingga rencana investasi tidak ikut padam saat kemarau datang.