SEMARANG — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES, kembali menggelar konferensi internasional SECRET untuk edisi kedelapan. Kegiatan yang didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari dalam dan luar negeri.
Rangkaian acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Konferensi dibuka oleh Dekan FIPP UNNES Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., yang bertindak sebagai Welcoming Speaker.
SECRET 2026 membagi diskusi ke dalam lima subtema utama. Kelimanya mencakup inovasi STEM dan digital, pendidikan keberlanjutan dan iklim, peningkatan kualitas serta profesionalisme guru, pendidikan inklusif dan kesetaraan pembelajaran, hingga kesejahteraan anak dan ketahanan menghadapi masa depan.
Pemilihan tema itu menyoroti pentingnya inovasi pembelajaran, keberlanjutan, peningkatan mutu pendidikan, dan pendekatan inklusif dalam menyiapkan anak menghadapi tantangan masa depan.
Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara dengan latar keahlian dan pengalaman internasional. Dari dalam negeri, hadir Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., dari Universitas Sebelas Maret.
Jajaran pembicara mancanegara antara lain Prof. Jemerson N. Dominguez, Ph.D., konsultan pendidikan kebutuhan khusus di Centris Dubai dan pelatih di SRK Higher Education Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Turut serta Alexey Metelev, B.Sc., M.Ed., Head of School SIS Semarang; Iman Andrea Reiman dari Regenbogen Kidz Kita Haus, Jerman; serta Lily Lufuluabo, Reception Lead Teacher di Semarang Multinational School.
Dari sisi pemerintah, Direktur Guru PAUD dan PNF Ditjen GTK Kemendikdasmen Dr. Saiful Bari, S.Kom., M.Eng., tampil sebagai Keynote Speaker.
Ketua Panitia Pelaksana Neneng Tasuah, M.Pd., menyatakan konferensi ini mendapat respons positif dari peserta nasional maupun internasional. Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas jejaring kerja sama penelitian antarnegara.
"Melalui gelaran The 8th SECRET ini, kami berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan segar serta kolaborasi riset antarnegara demi meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan anak usia dini," ujar Neneng.
Selain menjadi forum pertukaran gagasan, SECRET 2026 membuka kesempatan bagi peneliti memublikasikan artikel ilmiah yang dipresentasikan. Pilihan publikasinya meliputi jurnal terakreditasi SINTA 2, 3, dan 4, jurnal terindeks Directory of Open Access Journals (DOAJ), serta prosiding konferensi internasional.
Konferensi ditutup dengan diskusi interaktif dan perumusan rekomendasi. Hasil rumusan itu diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kurikulum serta penerapan praktik PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan anak.