JAWA TENGAH — Elon Musk mengancam akan membalas kubu Demokrat yang berencana menyelidiki dugaan korupsi dan perannya di pemerintahan AS jika partai itu menguasai Kongres pada pemilihan sela November mendatang. Ancaman disampaikan lewat akun X miliknya, menanggapi laporan Politico soal rencana investigasi terhadap konflik kepentingan SpaceX dan Tesla. Pernyataan ini menandai eskalasi konflik antara sekutu Presiden Donald Trump itu dengan oposisi menjelang pemungutan suara 3 November.
Pemilihan sela November menjadi titik krusial bagi Musk. Partai Republik kini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, tetapi Demokrat diprediksi setidaknya merebut majelis rendah pada 3 November. Jika prediksi itu terwujud, Demokrat akan memegang kursi pimpinan komite investigasi dengan wewenang memaksa kesaksian, dan Musk disebut sebagai target utama.
Musk menulis di X, platform media sosial miliknya, sebagai tanggapan atas artikel Politico mengenai rencana Demokrat menyelidiki aktivitasnya jika memenangkan pemilihan sela. "Siapa yang hidup dengan pedang, akan mati oleh pedang," tulisnya.
Ia menambahkan bahwa pihak yang mencari masalah dengannya harus memahami bahwa ia akan melacak dalang sebenarnya, bukan sekadar bonekanya. X dikenal sebagai kanal yang rutin ia pakai menyebarkan teori konspirasi.
Musk merupakan triliuner pertama Amerika Serikat dan penyumbang dana utama Partai Republik pimpinan Trump. Ia kerap bertindak sebagai penasihat presiden dan penerima besar kontrak pemerintah melalui SpaceX. Ia juga mengendalikan Tesla, perusahaan perintis mobil listrik.
Setelah membantu mendanai kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan pada pemilu 2024, Musk menjalankan proyek kontroversial di Department of Government Efficiency (DOGE) yang ia pimpin. Misinya memangkas pengeluaran pemerintah AS dan berujung pada hilangnya hampir 300.000 pekerjaan pegawai.
Politikus Demokrat berpengaruh, Zoe Lofgren, menyoroti besarnya konflik kepentingan di pemerintahan. "Banyaknya konflik kepentingan (di sini) benar-benar mencengangkan," ujarnya seperti dikutip dalam laporan Politico.
Kombinasi peran penasihat presiden, penyumbang politik, dan penerima kontrak pemerintah membuat Musk berada di pusat sorotan etika pemerintahan. Demokrat melihat celah itu sebagai bahan investigasi jika mereka memegang kursi komite.
Bagi investor, pernyataan Musk menambah lapisan risiko politik pada emiten yang terafiliasi dengannya, terutama Tesla dan SpaceX. Ketegangan dengan Kongres berpotensi memengaruhi kontrak pemerintah dan agenda regulasi sektor teknologi serta kendaraan listrik.
Pemungutan suara 3 November akan menentukan apakah ancaman Musk menjadi konflik terbuka di Kongres atau mereda seiring hasil pemilu.