TEGAL — Lomba berlangsung pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Puluhan santri cilik tampak antusias menorehkan warna di atas kertas, memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di ruang terbuka kota.
Santri putra tampil rapi mengenakan atasan putih, sarung, dan peci hitam. Santri putri mengenakan gamis putih dan kerudung hitam. Panitia menyiapkan trofi bagi pemenang di setiap kategori.
Kepala TPQ Syi'arul Islam Kota Tegal, Muhammad Imam Hakim, menjelaskan bahwa kompetisi dibagi tiga kategori agar peserta dapat mengekspresikan diri secara optimal.
Pembagian berdasarkan usia membuat setiap anak mendapat ruang sesuai kemampuan motoriknya. Anak usia prasekolah mewarnai gambar, sementara peserta usia sekolah dasar sudah ditantang membuat kaligrafi.
TPQ Syi'arul Islam berdiri sejak tahun 1990 di kompleks Yayasan Syi'arul Islam, tak jauh dari kawasan makam Mbah Panggung. Lembaga ini kini membina sekitar 280 santri aktif.
Setiap tahunnya, TPQ tersebut konsisten meluluskan sekitar 40 santri. Selain kegiatan belajar-mengajar harian, TPQ Syi'arul Islam memiliki agenda rutin tahunan berupa Khotmil Qur'an.
Acara Khotmil Qur'an dihadiri para wali santri dan biasanya digelar sekitar Mei atau Juni, usai perayaan Idul Fitri, di Gedung Mulia Dana dekat kompleks Pemerintah Kota Tegal.
Hakim berharap momentum Hari Santri Nasional semakin mendekatkan anak-anak dengan ajaran Islam serta membentuk kebiasaan religius dalam keseharian mereka.
"Melalui momentum Hari Santri ini, kami ingin anak-anak semakin dekat dengan ajaran Islam dan terbiasa menjalankan kegiatan bernilai religius. Kami akan terus menyebarkan syiar Islam dan mengenalkan seni budaya Islam kepada mereka," ungkap Hakim.
Menurutnya, pendidikan agama tidak melulu harus kaku di dalam kelas. Ruang publik dan kegiatan kreatif terbukti ampuh memberikan wadah bagi anak-anak untuk berekspresi, mengasah potensi diri, sekaligus memperkuat kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.
Lomba di Taman Poci menjadi salah satu cara TPQ Syi'arul Islam merawat tradisi pendidikan Al-Qur'an di Kota Tegal. Anak-anak yang biasanya belajar di ruang kelas kini berlatih warna dan garis di ruang terbuka, disaksikan warga yang melintas di sekitar stasiun.