TEGAL — Kejuaraan Daerah Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah 2026 digelar di kawasan Gunung Slamet, Guci, Kabupaten Tegal. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua ALTI Jateng, Sumarno, membuka langsung gelaran tersebut pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Kejurda kali ini dilebur dengan Slamet Trail Run 2026. Selain 123 atlet daerah, sebanyak 908 peserta kategori umum ikut berlari di jalur yang sama. Total peserta mencapai 1.031 orang.
Medan Gunung Slamet dinilai cocok untuk menguji hasil latihan atlet trail run. Kontur tanjakan, turunan teknis, dan jalur berbatu menjadi simulasi persaingan sesungguhnya.
Sumarno menyebut Kejurda berfungsi ganda: evaluasi latihan sekaligus penjaringan atlet potensial. "Ini menjadi bagian untuk latihan, untuk menjaring atlet-atlet nanti yang akan mewakili Jawa Tengah di ajang PON nantinya," kata Sumarno saat membuka Kejurda.
Ia juga mengapresiasi panitia dan pengurus ALTI kabupaten/kota yang mengirimkan atlet. Menurutnya, keikutsertaan dalam Kejurda menjadi kesempatan bagi para atlet membuktikan hasil latihan dan mengukur kemampuan menghadapi persaingan.
"Mudah-mudahan kita benar-benar bisa mendapatkan atlet yang akan mewakili Jawa Tengah. Kita berharap bisa membawa prestasi, mengharumkan nama Jawa Tengah," ujarnya.
Sumarno menyampaikan kemungkinan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) digelar di Jawa Tengah pada 2027. Jika terealisasi, ajang itu akan menjadi panggung lanjutan bagi atlet yang lolos dari seleksi daerah.
Peluang tersebut memberi Jawa Tengah kesempatan menambah jam terbang atlet sebelum PON 2028. Persaingan di level nasional juga menjadi tolok ukur kesiapan kontingen.
Peserta asal Boyolali, Ari Krisniawan, menyebut lari di Gunung Slamet bukan sekadar soal kecepatan dan ketahanan fisik. Konsentrasi di medan menantang menjadi faktor yang sama pentingnya.
Ari finis di posisi keempat kategori 15K dengan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Hasil itu menjadi bahan evaluasi baginya, terutama untuk meningkatkan kecepatan dan kemampuan membaca jalur.
Dalam trail run, ketepatan navigasi menentukan. Salah mengambil arah bisa menguras waktu dan tenaga di tengah jalur.
"Ya enggak apa-apa yang penting bersyukur saya sudah berjuang maksimal dan mungkin hasil dari kerja keras saya yang diberikan masih segini. Untuk tahun besok bisa lebih baik lagi," kata Ari.
Hasil Kejurda menjadi dasar ALTI Jateng menyusun daftar atlet yang masuk pembinaan. Nama-nama terbaik akan dipantau perkembangannya menjelang kualifikasi PON 2028.
Bagi peserta umum, Slamet Trail Run 2026 tetap menjadi ajang mengukur kemampuan di jalur gunung. Antusiasme 908 pelari non-atlet menunjukkan minat trail run di Jawa Tengah terus tumbuh.