WONOGIRI — Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, meminta calon peserta memeriksa kelayakan sebelum mengajukan lamaran. Pemeriksaan eligibilitas menjadi tahap yang menentukan kesesuaian data dan persyaratan peserta dengan posisi yang dilamar.
"Cek eligibilitas menjadi langkah penting bagi calon peserta untuk memastikan kesesuaian data dan persyaratan yang dibutuhkan. Kami mengimbau calon peserta mengikuti setiap tahapan sesuai jadwal agar dapat memanfaatkan kesempatan mengikuti Program Magang Nasional Batch 3 Angkatan II," kata Darmawansyah dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).
Program ini menyasar lulusan perguruan tinggi yang ingin mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus menambah pengalaman sebelum bersaing di pasar kerja.
Kemnaker menetapkan empat tahapan yang berlangsung berdekatan dalam periode kurang dari dua pekan. Calon peserta perlu mencermati tenggat masing-masing tahap agar tidak kehilangan kesempatan melamar.
Perhatikan bahwa lowongan baru tayang pada 30 Oktober, sementara pendaftaran peserta sudah dibuka sejak 27 Oktober. Artinya, peserta punya waktu sekitar lima hari untuk melamar setelah posisi tersedia.
Pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti Program Pemagangan Nasional sepanjang 2026. Batch 3 menyumbang sekitar 70.000 lowongan dari target tersebut.
Pada dua angkatan sebelumnya, total peserta yang ditetapkan mencapai 87.122 orang. Rinciannya, 46.160 peserta pada Batch 1 dan 40.962 peserta pada Batch 2.
Angka itu menunjukkan program ini sudah menyerap lebih dari separuh target tahunan sebelum Batch 3 dibuka. Sisa kuota yang cukup besar membuat peluang peserta baru masih terbuka lebar.
Seluruh proses berjalan daring lewat maganghub.kemnaker.go.id, tanpa pendaftaran lewat jalur lain. Peserta disarankan memeriksa kesesuaian data dan persyaratan sebelum memilih posisi.
Langkah tersebut penting agar pengajuan lamaran tidak tersendat masalah administrasi di tengah periode pelamaran yang singkat. Pilih posisi yang sesuai kualifikasi masing-masing, bukan sekadar mengejar jumlah lowongan.
Program Pemagangan Nasional dirancang mempertemukan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan perusahaan. Peserta diharapkan memperoleh pengalaman praktis yang jadi bekal memasuki pasar kerja.