SEMARANG — Kecelakaan maut di perlintasan kereta api tanpa palang pintu dekat Jembatan Sukarela, Semarang, menewaskan seorang perempuan pejalan kaki pada Senin (15/4) siang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, saat korban tengah melintas di area yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
Korban Sempat Beristirahat di Pos Jaga Sebelum Insiden
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terlihat duduk di pos palang pintu perlintasan beberapa saat sebelum kereta melintas. Belum diketahui apakah korban tengah menunggu atau sekadar beristirahat. Namun, saat kereta dari arah timur melaju, korban tiba-tiba berada di jalur rel dan tertabrak.
Petugas kepolisian dari Polsek Semarang Timur yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Kariadi Semarang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jadi Sorotan Lagi
Lokasi kecelakaan berada di perlintasan kereta api liar yang tidak dilengkapi palang pintu resmi. Warga sekitar mengaku sudah berkali-kali melaporkan kondisi ini ke pihak terkait. "Setiap hari puluhan orang melintas di sini, terutama pejalan kaki dan pengendara motor. Tidak ada penjaga, hanya pos bekas yang sudah rusak," ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.
Kecelakaan di titik yang sama sebenarnya sudah beberapa kali terjadi dalam dua tahun terakhir. Namun, hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pengelola jalur kereta maupun pemerintah kota.
Polisi Imbau Warga Lebih Waspada di Perlintasan Sebidang
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Budi Santoso, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dijaga. "Kami minta warga selalu melihat kanan-kiri sebelum melintas, meski di perlintasan resmi sekalipun. Jangan pernah memaksa jika sinyal sudah berbunyi," katanya dalam keterangan terpisah.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang dan PT KAI Daop 4 Semarang untuk mengevaluasi titik-titik rawan. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemasangan portal darurat atau rambu peringatan di lokasi-lokasi tanpa palang pintu.
Identitas Korban Masih Dalam Penyelidikan
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis identitas lengkap korban. Proses identifikasi masih berlangsung di RSUD Dr. Kariadi. Keluarga korban diharapkan segera melapor ke kantor polisi terdekat untuk proses lebih lanjut.
Jenazah korban rencananya akan diserahkan kepada keluarga setelah visum et repertum selesai dilakukan oleh tim dokter forensik.