SEMARANG — Jalan Arteri Yos Sudarso tepat di depan akses keluar kawasan Cipta, Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, kembali memakan korban jiwa. Kondisi aspal yang selalu basah oleh tanah basah dari truk proyek membuat permukaan jalan licin saat hujan dan berdebu saat kemarau. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga kecelakaan terjadi di titik yang sama, dua di antaranya berujung maut.
Korban Bukan Hanya Pengendara Luar Daerah
Budi Santoso, warga Bandarharjo yang sehari-hari melintasi jalan tersebut, mengungkapkan bahwa korban kecelakaan tidak hanya berasal dari luar kota. Warga RW 1, RW 2, dan RW 6 setempat juga pernah menjadi korban. "Ada warga yang sampai cedera, bahkan ada yang meninggal dunia. Sebagai warga yang sering lewat situ tentu kami was-was," katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Menurut Budi, tanah yang tercecer berasal dari truk-truk pengangkut material proyek yang keluar dari kawasan industri Cipta. Setiap kali kendaraan berat itu melintas, tanah menempel di ban dan jatuh ke aspal. Ketika hujan turun, campuran tanah dan air membentuk lapisan licin yang sulit dikendalikan pengendara motor.
Pernah Dua Korban Jiwa dalam Satu Hari
Budi menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan semakin meresahkan. "Yang membuat prihatin, pernah dalam satu hari ada dua kecelakaan dan semuanya meninggal dunia," ujarnya. Ia mencontohkan insiden terbaru pada Rabu sore yang menewaskan satu orang dan satu korban luka ringan, menjadi puncak kekhawatiran warga.
Warga mengaku sudah berkali-kali melaporkan keluhan ke pemerintah wilayah dan Pemerintah Kota Semarang. Namun, hingga kini belum ada penanganan permanen. "Ini mendesak dan tidak bisa ditunda. Jangan sampai menunggu korban berikutnya," tegas Budi.
Apa Langkah Pemkot Semarang Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perhubungan atau Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang terkait penanganan jalan licin di kawasan tersebut. Warga berharap Pemkot segera memasang rambu peringatan, membersihkan jalan secara rutin, atau bahkan merekayasa akses keluar truk proyek agar tanah tidak tercecer ke arteri utama.
Jalan Arteri Yos Sudarso sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan Semarang Utara dengan kawasan pelabuhan dan industri. Setiap hari, ribuan kendaraan roda dua melintas, menjadikan titik ini rawan kecelakaan jika kondisi jalan tidak segera dibenahi.