SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang melalui Wali Kota Agustina Wilujeng resmi meluncurkan inisiatif baru bernama “Waras Ekonomi”. Program ini menyatukan seluruh pelaku UMKM di ibu kota Jawa Tengah ke dalam satu platform digital, yang diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan usaha kecil di tengah persaingan pasar modern.
Mengapa “Waras Ekonomi” Berbeda dari Program Digitalisasi UMKM Lain?
Tidak seperti program serupa yang kerap hanya bersifat parsial, “Waras Ekonomi” mengusung pendekatan terpadu. Platform ini tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga menghubungkan pelaku UMKM dengan akses permodalan, pendampingan usaha, dan data pasar secara real-time.
Wali Kota Agustina Wilujeng menekankan bahwa program ini lahir dari kebutuhan untuk mengatasi fragmentasi yang selama ini menjadi kendala klasik pelaku UMKM. “Kami ingin semua pelaku usaha di Semarang punya pijakan yang sama untuk bersaing, bukan hanya yang sudah melek teknologi,” ujarnya dalam acara peluncuran.
Tiga Pilar Utama: Pemasaran, Pembiayaan, dan Pendampingan
Program “Waras Ekonomi” dibangun di atas tiga pilar strategis. Pertama, integrasi pemasaran yang memungkinkan produk UMKM Semarang tampil di satu pasar digital, sehingga pembeli dari luar kota pun bisa mengaksesnya dengan mudah.
Kedua, akses pembiayaan. Platform ini akan menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan lembaga keuangan dan program kredit usaha rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah pusat. Ketiga, pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan manajemen keuangan, branding, dan legalitas usaha.
Target dan Dampak bagi Perekonomian Warga Semarang
Pemerintah kota menargetkan ribuan UMKM yang tersebar di 16 kecamatan akan terdaftar dalam platform ini pada tahun pertama operasional. Dengan basis data yang terintegrasi, pemkot bisa memetakan potensi setiap sektor usaha secara lebih akurat.
“Ke depan, kebijakan bantuan atau stimulus tidak lagi diberikan secara merata tanpa data, tapi tepat sasaran berdasarkan kebutuhan riil di lapangan,” kata Agustina.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemkot Semarang akan memulai sosialisasi masif ke kelurahan dan komunitas UMKM dalam beberapa pekan ke depan. Pendaftaran dibuka secara gratis bagi seluruh pelaku usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
Program ini menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Semarang, sejalan dengan visi Agustina Wilujeng untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.