JAWA TENGAH — Spekulasi mengenai peran Cristiano Ronaldo di skuad Portugal kembali mengemuka menjelang Piala Dunia 2026. Performanya di Euro 2024 lalu, di mana ia gagal mencetak satu gol pun, memicu kritik bahwa sang kapten justru menghambat permainan tim. Banyak pihak menilai sulit bagi pelatih untuk menepikan pemain sekaliber Ronaldo karena pamornya yang luar biasa.
Penampilan di Nations League Hapus Keraguan
Namun, keraguan itu langsung dipatahkan Ronaldo di ajang UEFA Nations League. Setahun setelah Euro, ia kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak tiga gol krusial—masing-masing di babak perempatfinal, semifinal, dan final—yang mengantar Portugal meraih gelar juara.
Konsistensi inilah yang membuat Roberto Martinez percaya diri. Menurutnya, Ronaldo masih memiliki kualitas istimewa yang sulit ditemukan pada pemain lain seusianya.
Martinez Beberkan Kualitas Spesifik Ronaldo
Dalam wawancara yang dikutip The Athletic, Martinez memaparkan secara detail apa yang membuat Ronaldo tetap berbahaya. Ia menyoroti pergerakan sang penyerang sebagai ujung tombak, termasuk timing pergerakan, penyelesaian akhir, hingga kemampuannya membuka ruang.
"Pengaruh Cristiano Ronaldo sebagai nomor 9, pergerakannya, pengambilan waktu dari pergerakannya, penyelesaiannya, cara dia membuka ruang, bagaimana dia bisa memengaruhi garis pertahanan lawan, itu adalah kekuatan yang sangat besar," ujar Martinez.
Berkah atau Beban? Pertanyaan yang Sama
Portugal membawa skuad mentereng ke Amerika Utara. Namun, sorotan tetap tertuju pada satu nama: Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, kemampuan fisiknya memang sudah menurun drastis jika dibandingkan masa jayanya.
Tuntutan lapangan yang kian cepat dan penuh aksi-reaksi menjadi tantangan tersendiri. Pertanyaan besarnya tetap sama: apakah Ronaldo akan menggendong tim seperti di Nations League, atau justru menjadi beban seperti yang terlihat di Euro 2024? Jawabannya akan terjawab di panggung Piala Dunia. (raw/bay)