Pencarian

Piala Soeratin U-17 di Pati Berujung Ricuh, Pemain BJL 2000 Alami Patah Tulang Selangka Akibat Tendangan Keras

Rabu, 29 Juli 2026 • 10:49:01 WIB
Piala Soeratin U-17 di Pati Berujung Ricuh, Pemain BJL 2000 Alami Patah Tulang Selangka Akibat Tendangan Keras
Pemain BJL 2000 Semarang, Rama Jangkar Suseno, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami patah tulang selangka akibat tebasan keras dalam laga Piala Soeratin U-17 di Pati.

PATI — Bukan skor akhir yang menjadi perbincangan usai laga Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung, Senin (27/7/2026). Sebuah insiden kekerasan justru menyita perhatian publik setelah seorang pemain BJL 2000 Semarang, Rama Jangkar Suseno, harus dilarikan ke rumah sakit.

Tendangan Keras yang Berujung Patah Tulang

Rama mengalami patah tulang selangka bahu kanan setelah menerima tebasan keras dari pemain tuan rumah Universitas Safin Pati FC U-17 yang disebut-sebut sebagai "tendangan kungfu". Video kericuhan di lapangan hijau itu pun viral di media sosial, memicu kecaman dari berbagai kalangan.

Di usia 17 tahun, Rama seharusnya belajar soal sportivitas, bukan harus menjalani pemulihan akibat cedera serius karena emosi yang meluap di lapangan.

Manajemen Klub Minta Maaf dan Pecat Pelaku

Selasa malam (28/7/2026), manajemen Safin Pati Sports School (SPSS) akhirnya buka suara. Melalui pernyataan resmi di media sosial, mereka menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada Rama, keluarga besar BJL 2000, PSSI, dan seluruh pecinta sepak bola.

"Kami atas nama manajemen dan keluarga besar Safin Pati Sports School, menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Mas Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI, dan seluruh pecinta sepakbola," tulis manajemen.

Tak hanya permintaan maaf, sanksi tegas langsung dijatuhkan. Pemain berinisial S resmi dipecat dan dikembalikan kepada orang tuanya dengan catatan buruk dicoret dari program pembinaan Safin Pati U-17. "Pihak sekolah memutuskan memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya," tegas klub.

Klaim Tanggung Jawab Penuh dan Proses Hukum Diserahkan ke PSSI

SPSS juga menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas cedera yang dialami Rama. "Kami turut prihatin atas cedera yang dialami Mas Rama Jangkar dari tim BJL 2000 dan bertanggung jawab membantu proses pengobatannya," tulis pernyataan resmi.

Untuk proses hukum dan disiplin lebih lanjut, SPSS menyerahkan sepenuhnya kepada Asprov PSSI Jateng. "Kami mendukung penuh langkah Asprov sebagai bagian dari profesionalitas dalam sepakbola. Kami juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti secara profesional," tegas manajemen.

Kini, bola ada di tangan Asprov PSSI Jateng. Sementara Rama masih menjalani perawatan medis. Insiden ini menjadi pengingat pahit bahwa pembinaan sepak bola usia muda tidak hanya soal teknik dan fisik, tetapi juga karakter dan sportivitas yang harus dijunjung tinggi.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks