Pencarian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Perintahkan Pemetaan Ekonomi Kreatif di Seluruh Kabupaten/Kota, Perizinan Wajib Dipangkas

Kamis, 11 Juni 2026 • 02:46:32 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Perintahkan Pemetaan Ekonomi Kreatif di Seluruh Kabupaten/Kota, Perizinan Wajib Dipangkas
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin pemetaan ekonomi kreatif di seluruh kabupaten/kota untuk optimalisasi potensi daerah.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki banyak sentra ekonomi kreatif yang potensinya belum tergarap optimal. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi panduan promosi yang mudah diakses masyarakat, investor, dan calon mitra usaha.

“Ekonomi kreatif itu tidak terbatas tempat, waktu, dan umur. Selama manusia mempunyai kreativitas, di situ akan tumbuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah sektor yang sudah tumbuh di berbagai daerah, mulai dari kuliner heritage, animasi, gim, keramik, hingga fesyen dan batik. Namun, tanpa data potensi yang terpetakan, promosi dan pengembangan dinilai tidak akan efektif.

Perizinan Jadi Prioritas: Tidak Boleh Dipersusah dan Berlama-lama

Dalam dialog bersama pelaku ekraf, Luthfi mendengar langsung keluhan soal hambatan administratif saat ingin memperluas layanan atau membuka usaha di daerah lain. Ia merespons dengan instruksi tegas: perizinan usaha harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Saya perintahkan perizinan kita menjadi prioritas utama. Tidak boleh dipersusah, tidak boleh berlama-lama,” katanya.

Pelaku usaha kreatif, lanjut Luthfi, harus diberikan kemudahan untuk berekspansi lintas wilayah selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Regulasi yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman tidak boleh menghambat inovasi.

Pemkot Diminta Sediakan "Kandang UMKM" dan Manfaatkan Aset Tidur

Gubernur juga menyoroti pola pengembangan UMKM yang selama ini dinilai belum komprehensif. Menurutnya, menyediakan ruang pamer produk saja tidak cukup. Pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang utuh, mulai dari ruang pertemuan, tempat transaksi, hingga akses kolaborasi dan perluasan pasar.

“Jangan hanya di kota punya display. Kalau perlu tempat tertentu bikin ‘kandangnya UMKM’,” tegas Luthfi.

Ia mendorong pemerintah daerah memanfaatkan aset-aset yang belum produktif untuk diubah menjadi ruang kreatif bagi komunitas, pelaku usaha muda, dan industri kreatif. Langkah ini dinilai lebih efisien ketimbang membangun fasilitas baru dari nol.

Ekraf Jateng Harus Punya Daya Saing dan Daya Dobrak

Luthfi menilai sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai penopang ekonomi Jawa Tengah di tengah keterbatasan fiskal dan tekanan ekonomi global. Karena itu, pemerintah daerah diminta aktif melakukan pendampingan, tidak sekadar menjalankan fungsi regulasi.

Untuk memperluas eksposur produk dan karya daerah, ia mendorong penyelenggaraan kegiatan ekonomi kreatif secara rutin dan bergilir di seluruh kabupaten/kota.

“Ekraf Jawa Tengah harus punya daya saing dan daya dobrak dengan daerah lain,” ujarnya.

Pemerintah Kota Salatiga menyambut positif forum tersebut sebagai ruang konsolidasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Kota Salatiga sendiri memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang, mulai dari kuliner heritage, animasi, gim, keramik, hingga sektor fesyen dan batik.

Bagikan
Sumber: mettanews.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks