JAWA TENGAH — Pernyataan Dasco merespons gelombang pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan oleh sejumlah emiten pelat merah dan swasta. Ia menilai kondisi pasar yang sedang tertekan tidak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
"Ya, sebenarnya kan BUMN dan swasta-swasta yang proyek-proyeknya strategis itu kan fundamentalnya kuat," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).
Buyback Jadi Strategi Rasional di Tengah Tekanan Pasar
Menurut politikus Partai Gerindra itu, penurunan harga saham justru membuka peluang bagi perusahaan dan investor untuk mengakumulasi saham yang memiliki prospek bagus. Ia menegaskan aksi buyback adalah respons yang wajar dalam situasi pasar yang sedang tidak stabil.
"Nah, sehingga kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali, ataupun kemudian lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar," ujar Dasco.
Kepala BP BUMN Sebut Banyak Saham BUMN Terdiskon
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa aksi buyback yang dilakukan perusahaan pelat merah merupakan langkah yang lazim. Menurutnya, banyak saham BUMN saat ini diperdagangkan di level yang jauh di bawah nilai fundamentalnya.
"IHSG membaik dua hari ini, jadi kita harus optimis terus menjaga. Karena semuanya transparan, menjadi clear buat masyarakat. Jadi ini momentum yang baik untuk kembali kita rebound ya," kata Dony kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Rabu (10/6).
Dony menjelaskan, buyback adalah mekanisme standar pemegang saham ketika harga saham perusahaan berada jauh di bawah nilai intrinsiknya. Dalam kondisi seperti itu, aksi pembelian kembali saham justru dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham.
IHSG Mulai Pulih, Optimisme Investor Kembali Menguat
Pernyataan para pejabat ini muncul di tengah mulai membaiknya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 155,728 poin atau 2,71 persen ke level 5.902,376. Penguatan ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan kinerja emiten nasional masih terjaga.
Dengan fundamental yang kuat dan harga yang sedang terdiskon, buyback saham dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham jangka panjang. Para pelaku pasar pun diharapkan terus optimis menyambut pemulihan ekonomi nasional.