Pencarian

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp74.550 per Kg, Telur Ayam Rp30.100 di Tengah Dorongan Nobar Piala Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 • 16:43:31 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp74.550 per Kg, Telur Ayam Rp30.100 di Tengah Dorongan Nobar Piala Dunia
Harga cabai rawit merah mencapai Rp74.550 per kilogram di Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan harga cabai rawit merah masih menjadi komoditas termahal di kelompok bumbu dapur. Pemantauan pada pukul 09.17 WIB menempatkan harga komoditas ini di angka Rp74.550 per kg. Angka itu jauh di atas harga cabai merah besar yang tercatat Rp61.300 per kg maupun cabai merah keriting sebesar Rp56.150 per kg.

Harga Protein dan Bumbu Dapur Kompak Naik

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Telur ayam ras kini dibanderol Rp30.100 per kg, sementara daging ayam ras segar berada di angka Rp37.200 per kg. Daging sapi kualitas I tercatat Rp148.600 per kg dan kualitas II mencapai Rp139.650 per kg.

Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah dijual Rp55.450 per kg dan bawang putih Rp42.300 per kg. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.250 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.150 per kg.

Beras Premium dan Minyak Goreng Ikut Tertekan

Kelompok beras juga menunjukkan tren harga yang belum mereda. Beras kualitas super I tercatat Rp17.550 per kg, disusul beras premium di kisaran Rp17.000–Rp16.250 per kg. Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp20.600 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.200 per liter.

Data PIHPS ini menjadi acuan pemerintah untuk memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah. Namun, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perdagangan atau Badan Pangan Nasional terkait langkah stabilisasi harga.

Nobar Piala Dunia 2026: Strategi Ekonomi Alternatif

Di tengah tekanan harga pangan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian justru menginstruksikan pemerintah daerah untuk memperbanyak kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026. Langkah ini disebut sebagai upaya menggerakkan sektor UMKM dan mendorong ekonomi lokal.

Belum jelas apakah kebijakan nobar ini akan diiringi dengan insentif fiskal atau subsidi bagi pelaku UMKM. Sejumlah pengamat menilai, dorongan konsumsi dari acara nobar bisa menjadi stimulus jangka pendek, tetapi tidak menyentuh akar masalah daya beli yang tergerus oleh harga pangan yang tinggi.

Bagikan
Sumber: ekbis.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks