KLATEN — Puluhan warga dan personel TNI dari Kodim 0723/Klaten duduk berdampingan di aula markas komando, Selasa malam. Mereka menyaksikan laga Piala Dunia 2026 yang diproyeksikan di layar lebar. Suasana cair dan penuh keakraban mewarnai acara yang digelar sejak babak pertama.
Dandim: Ini Wadah Strategis, Bukan Hiburan Semata
Letkol Inf Slamet Hardianto menyampaikan bahwa nobar tersebut dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara prajurit dan masyarakat. Menurutnya, momen seperti ini efektif mencairkan sekat formal yang kerap menghambat komunikasi di lapangan.
"Kegiatan ini bukan sekadar ajang menonton sepak bola. Melainkan sebuah wadah strategis untuk memperkuat kebersamaan," ujar Dandim di sela acara.
Mengapa Nobar Bola Efektif untuk Kemanunggalan?
Sepak bola, kata Slamet, memiliki daya tarik universal yang menyatukan berbagai latar belakang. Saat mendukung tim favorit, perbedaan pangkat dan status sosial melebur. Atmosfer riuh dan suporter membuat interaksi berlangsung alami, tanpa kaku.
Ia menambahkan, pendekatan non-formal seperti ini justru lebih membekas dibandingkan seremoni resmi. Warga bisa berdialog langsung, bertukar cerita, atau sekadar tertawa bersama para prajurit.
Kodim Klaten Rutin Gelar Kegiatan Kerakyatan
Nobar Piala Dunia 2026 ini merupakan salah satu dari rangkaian program pembinaan teritorial Kodim 0723/Klaten. Sebelumnya, satuan ini juga menggelar kerja bakti, penyuluhan kesehatan, dan bantuan sosial di sejumlah desa.
Kegiatan semacam ini diyakini memperkuat sinergi TNI dengan rakyat di wilayah Klaten dan sekitarnya. Kemanunggalan yang terjalin diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan dan mempercepat pembangunan di tingkat akar rumput.