JAWA TENGAH — Setelah menyegarkan City untuk pasar India, giliran Thailand yang mendapat perlakuan serupa. Namun, ubahan yang dibawa Honda kali ini bukan sekadar ganti wajah biasa. Yang paling mencolok: pilihan mesinnya. Dari lima varian yang ditawarkan, hanya satu yang masih mengandalkan bensin murni.
Varian S grade menjadi satu-satunya yang mempertahankan mesin turbo 1.0 liter tiga silinder VTEC bertenaga 120 hp. Sisanya—V, SV, dan RS—kini hanya tersedia sebagai e:HEV hybrid. Sistem self-charging ini memadukan mesin 1.5 liter naturally aspirated dengan motor listrik, menghasilkan tenaga kombinasi 125 hp.
Ini pergeseran yang cukup berani. Di Thailand, City selalu dikenal sebagai sedan kompak yang irit dan lincah. Kini, Honda seolah bilang: kalau mau City, siap-siap beralih ke hybrid.
Baik sedan maupun hatchback sama-sama dapat ubahan di bagian muka. Lampu LED kini lebih tajam, dipadukan dengan grille honeycomb yang lebih ramping. Varian RS—yang tidak dijual di India—tetap jadi yang paling sporty dengan lencana merah khas dan bumper bawah berbeda.
Di bagian belakang, lampu LED mengadopsi lensa bening dengan latar gelap. RS juga punya diffuser palsu yang lebih besar, meski knalpotnya tetap satu dan disembunyikan di balik bumper. Velg baru dan dua warna anyar—Belzing Red serta Urban Grey pearl—hanya tersedia untuk RS.
Perubahan terbesar di kabin ada pada layar infotainment 10 inci yang jadi andalan. Varian entry-level mendapat unit sedikit lebih kecil, tapi integrasinya ke dashboard terlihat lebih rapi. Fitur anyar lain termasuk ambient lighting, kamera 360 derajat, wireless charging, dan kaca spion elektrokromik.
Pembeli City sedan juga bisa memilih warna interior Platinum Gray, tapi hanya untuk eksterior Meteoroid Gray Metallic atau Crystal Black Pearl. Sayangnya, edisi Drival dengan bodykit agresif sepertinya tidak dipertahankan di facelift ini.
Honda Thailand sudah membuka aplikasi minat untuk City facelift. Pemesanan resmi dimulai 1 Juli, dengan pengiriman pertama dijadwalkan akhir Agustus. Harga resmi belum diumumkan, tapi diperkirakan masih berkisar ?599.000–829.000 atau sekitar Rp 9,6–13,3 juta.
Yang menarik: keputusan Honda memangkas varian bensin hingga nyaris habis. Di Indonesia, City masih dijual dengan mesin bensin. Tapi langkah Thailand bisa jadi sinyal—kalau pasar siap, hybrid bisa jadi arus utama lebih cepat dari perkiraan.