JAWA TENGAH — Jurnalis Italia Nicolò Schira pertama kali melaporkan adanya kontak antara Pochettino dan Milan. The Guardian kemudian mengonfirmasi bahwa mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain itu memang tengah dalam tahap negosiasi awal dengan Rossoneri. Situasi ini langsung menjadi topik utama di hari pertama pembukaan kamp latihan Timnas AS di pusat pelatihan anyar US Soccer, Rabu (4/6) waktu setempat.
CEO US Soccer, JT Batson, enggan mengonfirmasi secara spesifik pembicaraan dengan Milan. Namun, ia mengakui bahwa staf kepelatihan Pochettino selama ini selalu transparan soal ketertarikan dari klub-klub Eropa. “Daftar klub yang menghubungi bahkan lebih panjang dari yang dilaporkan,” ujar Batson kepada wartawan.
Batson juga menegaskan fokus utama saat ini adalah Piala Dunia. Ia menolak berkomentar soal perpanjangan kontrak Pochettino atau kemungkinan mendatangkan nama besar seperti Jürgen Klopp atau Pep Guardiola sebagai pengganti. “Kami fokus pada musim panas ini,” katanya singkat.
Gelandang Tyler Adams menepis anggapan bahwa rumor masa depan pelatih bisa mengganggu konsentrasi tim. Ia justru menganalogikan situasi Pochettino dengan pemain yang juga tengah menghadapi akhir kontrak. “Sama seperti pemain yang harus menentukan masa depannya sebelum atau sesudah Piala Dunia, begitu pula dengan pelatih. Dia hadir seratus persen setiap hari untuk kami,” ujar Adams.
Adams menambahkan bahwa Pochettino tetap fokus mencari cara untuk membuat tim lebih baik selama latihan. Pernyataan ini meredam kekhawatiran akan adanya ketegangan di internal skuad jelang turnamen akbar.
Timnas AS dijadwalkan memainkan laga uji coba pertama melawan Senegal pada Minggu (8/6) di Charlotte, North Carolina. Laga terakhir sebelum Piala Dunia akan berlangsung pada 11 Juni melawan Jerman di Chicago. Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan dibuka tim asuhan Pochettino pada 12 Juni melawan Paraguay di Los Angeles Stadium, Inglewood, California.
Kabar ini menambah dinamika menarik bagi US Soccer. Jika Pochettino benar-benar hengkang ke Milan, federasi harus segera mengaktifkan rencana suksesi yang, menurut Batson, sudah mereka miliki secara berkala setiap bulan untuk semua level tim nasional.