Empat Korban Tewas saat Glamping di Temanggung Tidur di Tenda Limas Berdinding Kain, Polisi Ungkap Kondisi Fasilitas

Penulis: Surya Dinata  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:25 WIB
Tenda limas berdinding kain tanpa ventilasi menjadi lokasi empat korban glamping di Temanggung.

TEMANGGUNG — Empat korban tewas saat glamping di kawasan wisata Kledung, Temanggung, diketahui menempati satu unit tenda limas yang terbuat dari bahan kain. Kapolres Temanggung AKBP Hendy Dwi Irawan mengungkapkan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki celah udara yang cukup untuk sirkulasi.

Kondisi Tenda: Berdinding Kain Tanpa Ventilasi

Tenda limas yang ditempati korban merupakan jenis tenda yang umum digunakan di lokasi glamping. Namun, berdasarkan keterangan polisi, tenda tersebut berdinding kain tanpa ventilasi udara yang memadai.

“Tidak ada ventilasi. Dindingnya kain semua, dan saat malam hari suhu di dalam tenda sangat dingin,” jelas Kapolres Hendy Dwi Irawan dalam keterangannya, Senin (22/7).

Kronologi: Korban Masuk Tenda Sejak Sore, Ditemukan Pagi Hari

Keluarga korban tiba di lokasi glamping pada Minggu (21/7) sore. Mereka kemudian masuk ke dalam tenda limas dan tidak terlihat keluar hingga malam hari. Keesokan paginya, petugas menemukan keempatnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Polisi menduga penyebab kematian akibat kekurangan oksigen di dalam tenda yang tertutup rapat. “Kemungkinan besar mereka menghirup karbon dioksida hasil pernapasan sendiri karena tidak ada sirkulasi udara,” tambahnya.

Korban Satu Keluarga, Berasal dari Ambarawa

Keempat korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Identitas korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik terkait standar keselamatan fasilitas glamping di Indonesia, terutama saat musim liburan. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dari pengelola lokasi wisata tersebut.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top