TEMANGGUNG — Empat korban tewas saat glamping di kawasan wisata Kledung, Temanggung, diketahui menempati satu unit tenda limas yang terbuat dari bahan kain. Kapolres Temanggung AKBP Hendy Dwi Irawan mengungkapkan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki celah udara yang cukup untuk sirkulasi.
Tenda limas yang ditempati korban merupakan jenis tenda yang umum digunakan di lokasi glamping. Namun, berdasarkan keterangan polisi, tenda tersebut berdinding kain tanpa ventilasi udara yang memadai.
“Tidak ada ventilasi. Dindingnya kain semua, dan saat malam hari suhu di dalam tenda sangat dingin,” jelas Kapolres Hendy Dwi Irawan dalam keterangannya, Senin (22/7).
Keluarga korban tiba di lokasi glamping pada Minggu (21/7) sore. Mereka kemudian masuk ke dalam tenda limas dan tidak terlihat keluar hingga malam hari. Keesokan paginya, petugas menemukan keempatnya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Polisi menduga penyebab kematian akibat kekurangan oksigen di dalam tenda yang tertutup rapat. “Kemungkinan besar mereka menghirup karbon dioksida hasil pernapasan sendiri karena tidak ada sirkulasi udara,” tambahnya.
Keempat korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak. Identitas korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik terkait standar keselamatan fasilitas glamping di Indonesia, terutama saat musim liburan. Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dari pengelola lokasi wisata tersebut.