PATI — Jembatan penghubung antara Kecamatan Sukolilo dan Prawoto di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini dalam kondisi memprihatinkan. Konstruksi jembatan yang lebih pendek dari badan jalan di kedua sisinya membuat struktur tersebut kian tenggelam dan tak mampu menahan luapan air saat hujan deras.
Anggota Komisi C DPRD Pati, Siti Maudluah, menyebut kondisi ini sudah tidak layak dan membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, jika tidak segera ditinggikan, jembatan di Desa Prawoto itu dikhawatirkan putus dan memutus akses mobilitas warga.
Persoalan utama bermula dari proyek peninggian jalan di sekitar jembatan. Akibatnya, elevasi jembatan yang tetap rendah membuat konstruksi menjadi cekungan yang selalu tergenang air.
“Sini sering banjir karena arusnya deras, saya dorong Pemkab ditinggikan dan air tidak meluap ke jalan. Ini memang sudah tidak layak,” ungkap Siti, Kamis (11/6/2026).
Siti memperkirakan perbaikan menyeluruh jembatan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp1 miliar. Ia menilai nominal itu realistis untuk dianggarkan pada tahun 2027.
“Semoga ada anggaran untuk perbaikan jembatan, kira-kira Rp1 miliar kalau direhab total,” imbuhnya.
Politisi itu memastikan akan memasukkan usulan peninggian jembatan ke dalam daftar usulan program pembangunan daerah. Langkah ini diambil agar proyek bisa segera masuk dalam perencanaan APBD 2027.
“Saya sebagai anggota dewan, saya usulkan untuk jadi list tahun depan,” tegasnya.
Belum ada kepastian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati terkait kapan proyek ini bisa mulai dikerjakan. Namun, usulan dari DPRD diharapkan bisa mempercepat proses penganggaran agar warga Sukolilo dan Prawoto tidak terus menerus waswas saat musim hujan tiba.