Pencarian

KKN UIN Walisongo Semarang dan DLH Demak Gelar ProKlim di Desa Botorejo, Tanam Pohon hingga Pasang Biopori di Sekolah

Kamis, 13 Agustus 2026 • 11:19:31 WIB
KKN UIN Walisongo Semarang dan DLH Demak Gelar ProKlim di Desa Botorejo, Tanam Pohon hingga Pasang Biopori di Sekolah
Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 111 bersama DLH Demak menanam pohon di lingkungan sekolah dasar di Desa Botorejo, Demak, sebagai bagian dari Program Kampung Iklim (ProKlim).

DEMAK — Puluhan mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 111 turun langsung mendampingi warga dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Botorejo, Kabupaten Demak. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa dan DLH Demak ini berlangsung selama sepekan, mulai Kamis hingga Rabu (23–29/7/2026).

Program nasional ini menyasar aksi nyata di tingkat tapak, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, hingga penghematan energi.

Fokus Edukasi Lingkungan di Sekolah dan Pemasangan Biopori

Alih-alih hanya berfokus pada sosialisasi, mahasiswa KKN MIT Posko 111 terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan fisik. Penanaman pohon dilakukan di lingkungan sekolah dasar setempat, disusul pemasangan biopori di berbagai titik rawan genangan di desa.

Kegiatan ini juga mencakup sanitasi lingkungan dan program daur ulang sampah yang melibatkan kelompok masyarakat. Dengan menyasar sekolah, edukasi kepedulian lingkungan diharapkan tertanam sejak usia dini.

Perwakilan DLH Kabupaten Demak, Anas, menegaskan pentingnya pembiasaan hidup bersih dan sehat bagi anak-anak. “Pengenalan lingkungan hidup sehat perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka terbiasa menjalankan kebiasaan hidup sehat sejak kecil dan dapat menerapkannya hingga dewasa,” ujarnya.

Peran Mahasiswa dalam Administrasi dan Pendampingan Warga

Kepala Desa Botorejo, Masyrukin, menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi masyarakat dalam menjalankan agenda lingkungan.

Selain aksi fisik di lapangan, mahasiswa KKN MIT Posko 111 juga berperan membantu proses administrasi dan dokumentasi program. Mereka bertindak sebagai pendamping bagi warga dan kelompok lingkungan yang terlibat dalam ProKlim.

Kolaborasi tiga pihak ini dinilai penting untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa menjadi jembatan antara kebijakan pemda dan aksi langsung di tingkat RT/RW.

Lewat program ini, mahasiswa UIN Walisongo turut mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam aksi pelestarian lingkungan. ProKlim di Desa Botorejo diharapkan menjadi langkah awal menuju desa yang lebih tangguh dan peduli terhadap perubahan iklim.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks