SURAKARTA — Rangkaian Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta nyaris terusik oleh ketegangan antara dua kubu internal keraton, yaitu pendukung Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkubumi dan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) XIII yang diwakili oleh kubu Purboyo. Cekcok terjadi di area Sasana Parasdya, salah satu lokasi strategis dalam prosesi kirab, sesaat sebelum iring-iringan pusaka dimulai.
Sumber di lingkungan keraton menyebutkan bahwa perbedaan interpretasi tata cara pelaksanaan kirab menjadi pemicu utama perselisihan. Kubu Mangkubumi dan Purboyo saling berebut posisi dan wewenang dalam mengatur jalannya prosesi di titik tersebut. Situasi sempat memanas saat beberapa abdi dalem dari kedua kubu saling beradu argumen di hadapan para peserta kirab dan warga yang menyaksikan.
Petugas keamanan dari kepolisian dan satuan pengamanan dalam (Pamdal) keraton segera bergerak memisahkan kedua kelompok. Mereka meminta kedua kubu untuk menahan diri dan mengutamakan kelancaran acara sakral yang telah dinanti masyarakat. “Semua pihak diminta untuk kembali ke tempat masing-masing dan mengikuti protokol yang telah ditetapkan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Setelah ditenangkan, prosesi kirab pusaka akhirnya bisa dimulai sesuai jadwal. Rombongan pusaka berjalan dari area Keraton menuju Pamedan, diikuti ribuan warga dan peserta kirab. Tidak ada laporan insiden lanjutan selama perjalanan kirab hingga kembali ke keraton.
Ketegangan antara kubu Mangkubumi dan Purboyo sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sejak wafatnya PB XII pada 2004, dualisme kepemimpinan di Keraton Surakarta terus bergulir, termasuk dalam setiap perhelatan adat besar seperti Malam 1 Suro. Masyarakat Solo berharap agar kedua kubu bisa segera menemukan titik temu demi menjaga marwah dan kelestarian budaya Jawa yang diwariskan leluhur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perwakilan kedua kubu maupun pihak keraton mengenai penyelesaian jangka panjang atas konflik tersebut. Kirab Malam 1 Suro sendiri merupakan tradisi tahunan yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam, diisi dengan doa dan harapan keselamatan bagi seluruh warga Surakarta.