JAWA TENGAH — Suasana Toronto, Kanada, berubah total saat Timnas Ghana (Black Stars) memainkan laga pembuka Piala Dunia mereka di kota tersebut. Bukan hanya pertandingan, hari itu menjadi perayaan besar budaya Ghana yang berpuncak pada gol penentu kemenangan di masa injury time. FourFourTwo melaporkan langsung atmosfer dari Sankofa Square hingga dalam stadion.
Peristiwa dimulai hampir sepuluh jam sebelum kick-off. Ribuan orang berkumpul di Sankofa Square, pusat kota Toronto, untuk menyambut Otumfuo Nana Osei Tutu II, Raja Kerajaan Ashanti. Musik Jama—perpaduan drum, lonceng, dan nyanyian—mengiringi prosesi menuju panggung dengan singgasana emas.
Alun-alun yang sebelumnya bernama Yonge-Dundas Square ini berganti nama pada 2023. Nama Sankofa diambil dari bahasa Twi yang berarti "kembali dan ambil", filosofi belajar dari masa lalu untuk masa depan. Langkah ini diambil kota untuk menjauhkan diri dari kontroversi Henry Dundas, tokoh Skotlandia yang disebut menunda penghapusan perdagangan budak Atlantik.
Gabriel Odartei, mantan sekretaris Ghanaian Canadian Association of Ontario, menyebut komunitas Ghana di Toronto sangat besar dan bangga. "Kapan pun bertemu warga Ghana, kami langsung menyapa dalam bahasa kami. Kami bangga melihat sesama," katanya.
Lebih dari 20.000 warga Ghana tinggal di Toronto. Meski berbeda suku dan bahasa, sepak bola menjadi pemersatu. "Kami di sini sebagai warga Ghana, kami satu, kami pakai satu jersey. Itulah indahnya, tak ada batasan," ujar Kwebena Boateng, warga Ghana-Kanada.
Menjelang pertandingan, sesi Jama kedua digelar di taman dekat stadion. Sebuah bangku taman berubah jadi panggung konser. Semua menari dan bernyanyi, termasuk jurnalis dan fotografer. Pawai suporter berbaju kuning kemudian berjalan menuju stadion, sesekali menghentikan lalu lintas untuk menari di jalan raya.
Di dalam stadion, sorak-sorai meredup jadi desahan setiap kali kiper Lawrence Ati-Zigi menggagalkan peluang Panama di babak pertama. Babak kedua berjalan sengit tanpa gol, hingga laga memasuki masa tambahan waktu.
Baru lima menit babak tambahan berjalan, Brandon Thomas-Asante melewati bek lawan. Bola kemudian dituntaskan oleh Caleb Yirenkyi yang menceploskan bola ke gawang. Stadion berguncang. "Ini lebih baik dari Natal!" teriak seorang suporter di tengah kegembiraan yang meledak.
Di sebuah gudang kayu di utara kota, ratusan penonton yang mengikuti siaran langsung juga melompat. Hujan yang turun sejak kick-off tak lagi terasa. Semua berpelukan dan bernyanyi, merayakan kemenangan perdana Black Stars di Toronto.