SEMARANG — Kerumunan massa yang mengatasnamakan diri pendukung setia Sudewo, Bupati Pati nonaktif, terlihat memenuhi halaman dan sekitar gedung Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka datang sejak pagi dan meneriakkan yel-yel dukungan, menuntut agar proses hukum berjalan adil dan transparan.
Aksi kepungan ini terjadi saat sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tengah berlangsung di ruang sidang utama. Para pendukung tampak membawa spanduk bertuliskan dukungan dan yel-yel yang menggema di kawasan Jalan Pahlawan, lokasi pengadilan.
Ini bukan kali pertama para loyalis menggelar aksi serupa. Sejak pekan lalu, kelompok yang sama juga telah mendatangi lokasi persidangan untuk menunjukkan solidaritas. Mereka mengklaim kehadiran mereka adalah bentuk dukungan moral, bukan untuk mengintervensi jalannya peradilan.
Sejumlah koordinator lapangan menyebut bahwa kehadiran mereka adalah respons terhadap apa yang mereka nilai sebagai tekanan hukum yang berlebihan terhadap Sudewo. “Kami hanya ingin memastikan Pak Sudewo tidak sendirian. Ini bentuk dukungan warga yang merindukan kepemimpinannya,” ujar seorang perwakilan pendukung di lokasi.
Meski demikian, aparat kepolisian dari Polrestabes Semarang tetap berjaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Hingga sidang usai, situasi di sekitar pengadilan terpantau kondusif tanpa insiden berarti.
Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Ia resmi dinonaktifkan dari jabatannya setelah penetapan status tersangka pada akhir tahun lalu.
Proses hukum terhadap Sudewo terus berjalan di Pengadilan Tipikor Semarang. Sidang berikutnya dijadwalkan masih akan menghadirkan saksi-saksi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pati serta sejumlah kontraktor swasta yang disebut terlibat dalam perkara ini.
Jaksa penuntut umum dari KPK masih akan menghadirkan sejumlah saksi kunci dalam sidang-sidang mendatang. Publik Pati pun menanti keputusan majelis hakim yang dinilai akan menjadi preseden penting dalam pemberantasan korupsi di daerah.
Bagi warga Pati, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih. Dukungan massa di luar pengadilan, apa pun motifnya, menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara seorang pemimpin daerah dan konstituennya, meski ia tengah berhadapan dengan jerat hukum.