PEKALONGAN — Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut tren positif ini tidak lepas dari kenyamanan dan ketepatan waktu moda kereta api. Menurutnya, layanan kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang efisien bagi wisatawan asing yang ingin mengenal potensi wisata dan budaya di Jawa Tengah.
Data dari KAI Daop 4 Semarang menunjukkan peningkatan konsisten. Pada Semester I 2025, jumlah WNA yang naik kereta di Stasiun Pekalongan tercatat 4.658 orang. Angka itu naik menjadi 4.758 orang pada periode yang sama di 2026.
Kenaikan 100 penumpang ini setara dengan 2,15 persen. Meski tidak melonjak drastis, tren ini dinilai sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.
Luqman menjelaskan bahwa kereta api menjadi pilihan utama karena menawarkan keamanan dan ketepatan jadwal. “Moda kereta api memberikan pengalaman perjalanan yang efisien dan menyenangkan bagi wisatawan mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat berbagai potensi wisata dan budaya di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.
Akses transportasi yang mudah dan konektivitas antarkota menjadi faktor pendorong. Wisatawan asing bisa menjangkau berbagai destinasi di Jawa Tengah tanpa khawatir kemacetan atau keterlambatan.
Peningkatan jumlah WNA di Pekalongan menunjukkan peran strategis kereta api dalam mendukung perekonomian daerah. KAI berkomitmen menjaga kualitas layanan melalui perawatan prasarana, pemeriksaan jalur, dan penguatan sarana pendukung.
“Kami optimistis kolaborasi antara KAI, pemerintah daerah, dan para pelaku pariwisata akan semakin memperkuat citra Kota Pekalongan sebagai destinasi wisata yang menarik dan mudah dijangkau dengan kereta api,” tutup Luqman.
KAI berharap tren positif ini berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan asing untuk bepergian menggunakan kereta api. Pekalongan, yang dikenal sebagai Kota Batik, dinilai memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak kunjungan mancanegara di masa mendatang.