Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Jawa Tengah Anjlok 51 Persen dalam Tiga Bulan, Kini Rp35.750 per Kilogram

Penulis: Puguh Triyono  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 08:16:23 WIB

SEMARANG — Harga cabai rawit di pasar tradisional Jawa Tengah kini berada di level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dipantau melalui dashboard Bank Indonesia, harga komoditas ini tercatat Rp35.750 per kilogram pada Jumat pekan lalu.

Anjlok 51 Persen dalam 90 Hari

Secara bulanan, harga cabai rawit sudah turun 29,07 persen dibanding 30 hari lalu yang masih Rp50.400 per kilogram. Lebih dramatis lagi, dalam tiga bulan terakhir harga merosot hingga 51,33 persen dari Rp73.450 per kilogram. Artinya, dalam seperempat tahun saja harga nyaris separuhnya.

Penurunan mingguan juga cukup dalam: pekan lalu harga masih Rp40.300 per kilogram, berarti sudah turun Rp4.550 atau 11,3 persen dalam tujuh hari. Kondisi ini menandai tren bearish di pasar bumbu dapur.

Sejumlah Sembako Ikut Tertekan

Cabai rawit bukan satu-satunya komoditas yang turun. PIHPS mencatat, dari 27 bahan pokok yang dipantau di Jawa Tengah, 21 komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang turun 32,13 persen dalam sebulan menjadi Rp34.750 per kilogram, sementara cabai merah besar turun 24,7 persen ke Rp34.450 per kilogram.

Sebaliknya, daging sapi kualitas 1 dan daging ayam justru naik masing-masing 3,58 persen dan 5,05 persen. Daging ayam kini Rp35.350 per kilogram, sementara daging sapi kualitas 1 Rp149.200 per kilogram. Hal ini menunjukkan disparitas pergerakan harga antarkomoditas.

Rekor Penurunan Terdalam pada 2025

Data historis PIHPS menunjukkan bahwa cabai rawit pernah mengalami penurunan terdalam pada Mei 2025, yakni minus 49,38 persen. Sementara kenaikan tertinggi terjadi pada Mei 2020 yang melonjak 54,85 persen. Dalam satu tahun terakhir (Juli 2025–Juli 2026), harga bergerak cenderung datar dengan fluktuasi musiman.

Panel harga yang diperbarui setiap hari kerja pukul 11:44 WIB ini bersumber dari laporan pedagang di pasar tradisional di seluruh Jawa Tengah. Bank Indonesia menggunakan data ini untuk memantau stabilitas harga pangan daerah.

Dampak ke Pedagang dan Konsumen

Bagi ibu rumah tangga di Semarang dan sekitarnya, harga cabai rawit yang murah meringankan belanja harian. Namun, di tingkat petani, harga jual di bawah Rp40.000 per kilogram sering tidak menutup biaya produksi. Ketua Asosiasi Petani Cabai Jawa Tengah (dalam pernyataan sebelumnya) pernah menyebut titik impas di kisaran Rp25.000–Rp30.000 per kilogram, tergantung musim.

Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pertanian setempat terkait langkah antisipasi. Namun, pola historis menunjukkan bahwa penurunan tajam biasanya diikuti oleh pengurangan luas tanam, yang berpotensi memicu lonjakan harga pada bulan-bulan mendatang.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top