SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya mengejar target jumlah kawasan industri, tetapi juga berupaya mendistribusikan pertumbuhan ekonomi ke wilayah yang selama ini belum tersentuh investasi besar. Dari 12 kawasan industri yang direncanakan, enam di antaranya sudah masuk radar investor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan identifikasi potensi telah dilakukan di 35 kabupaten/kota. “Atas arahan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, kami di DPMPTSP melakukan identifikasi terhadap 35 kabupaten/kota. Alhamdulillah ada enam lokasi, yaitu Rembang, Kendal, Pemalang, Demak (Pantura), Sukoharjo, dan Grobogan, yang telah diminati investor untuk menjadi kawasan industri,” ujarnya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
Selain enam daerah yang sudah dilirik, Pemprov Jateng juga menyiapkan enam kawasan lain yang masuk dalam target pengembangan. Total 12 lokasi tersebut meliputi:
Daerah-daerah ini dipilih berdasarkan ketersediaan lahan, aksesibilitas, dan potensi sumber daya lokal. Investor yang berminat, menurut Sakina, akan mendapat pendampingan penuh dari pemerintah provinsi hingga kawasan tersebut resmi beroperasi.
Pengembangan kawasan industri ini beriringan dengan tren positif investasi di Jawa Tengah. Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp 48,54 triliun atau 48,99 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun. Angka ini naik dari triwulan I yang tercatat Rp 23,02 triliun menjadi Rp 25,53 triliun pada triwulan II.
Penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp 25,92 triliun atau 53,40 persen dari total realisasi. Sisanya, Rp 22,62 triliun, berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung, terutama industri barang dari kulit dan alas kaki, karet dan plastik, kayu, mesin, elektronik, alat kedokteran, serta tekstil.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, investasi yang masuk menghasilkan 55.989 proyek dan menyerap 213.217 tenaga kerja. Pemerintah berharap dengan hadirnya kawasan industri baru di daerah-daerah seperti Rembang, Grobogan, dan Sukoharjo, lapangan pekerjaan tidak lagi terpusat di kota-kota besar seperti Semarang atau Surakarta.
“Kami akan melakukan pengawalan terhadap seluruh prosesnya, agar dapat segera terwujud menjadi kawasan industri,” tegas Sakina. Targetnya, kawasan-kawasan ini bisa segera beroperasi dan menarik lebih banyak investor, baik asing maupun lokal, untuk memperkuat daya saing ekonomi Jawa Tengah.