JAKARTA — Penghargaan diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta. Dalam kategori yang sama, Maluku Utara keluar sebagai juara pertama dan Jawa Timur juara kedua.
Luthfi menilai hasil ini tidak lepas dari kerja DPMPTSP Provinsi Jateng bersama pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus membenahi layanan perizinan dan penanaman modal di wilayahnya.
"Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima," katanya.
Realisasi Investasi Semester I-2026 Tembus Rp59,94 Triliun
Data yang dipaparkan dalam ajang tersebut menunjukkan realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I-2026 mencapai Rp59,94 triliun. Angka itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun atau 46,60 persen, serta investasi UMK Rp11,40 triliun.
Dari total tersebut, tercatat 213.217 tenaga kerja terserap melalui 55.989 proyek. Pemerintah provinsi berharap aliran investasi ini terus membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal.
"Investasi adalah salah satu cara menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita," ujar Luthfi.
Petugas Diminta Jemput Bola ke Calon Investor
Luthfi meminta seluruh jajaran pemprov meningkatkan kinerja pelayanan perizinan dan investasi. Petugas diminta aktif menjemput bola, melayani dengan senyum, serta menggali langsung kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi calon investor.
Instruksi itu menyasar percepatan proses perizinan yang selama ini menjadi salah satu keluhan pelaku usaha. Dengan layanan yang lebih responsif, Pemprov Jateng menargetkan arus modal masuk tetap terjaga pada semester berikutnya.
Kabupaten Semarang Ikut Berprestasi, Karanganyar Masuk Enam Besar
Pada ajang yang sama, Pemerintah Kabupaten Semarang juga menerima penghargaan layanan investasi. Sementara Kabupaten Karanganyar masuk nominasi atau enam besar untuk kategori serupa.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Roslan Roeslani menekankan layanan investasi menjadi kunci peningkatan iklim penanaman modal nasional. Tujuannya menarik investasi dalam dan luar negeri sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
"Investasi adalah salah satu program yang membuat lapangan pekerjaan tercipta dan berjalan baik. Terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang sudah membantu meningkatkan investasi dan industri," katanya.
Layanan Terukur Dinilai Beri Kepastian bagi Investor
Roslan menuturkan layanan investasi yang terukur dan terstruktur akan memberikan kepastian bagi investor. Kepastian itu mencakup waktu dan mutu pelayanan yang berdampak positif pada perekonomian.
"Kerja kita harus cepat, kerja kita harus baik, dan mempunyai dampak yang besar terutama dalam perekonomian. Dalam menarik investasi ini kita harus berkompetisi dengan negara tetangga. Kita tidak boleh ketinggalan bahkan harus lebih maju dalam rangka menciptakan layanan investasi yang baik," ujarnya.
Bagi Jawa Tengah, capaian di ALI 2026 menjadi modal untuk menjaga tren investasi hingga akhir tahun. Fokus berikutnya ada pada percepatan perizinan di daerah dan pendampingan bagi investor yang tengah menanamkan modal di wilayah tersebut.