JAWA TENGAH — China menambah delapan emas hanya dalam setengah hari dan kini mengoleksi 23 emas di puncak klasemen medali Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Indonesia belum menambah medali dan harus turun ke peringkat 13 setelah dilewati Uzbekistan.
Pemantauan di situs resmi Asian Games 2026 pada Senin (21/9/2026) pukul 22.00 WIB menunjukkan China sudah mengumpulkan 23 emas, 10 perak, dan lima perunggu dengan total 38 medali. Jumlah itu melesat dari 24 medali pada siang hari, artinya delapan emas tambahan diraih dalam hitungan jam.
Jepang masih bertahan di posisi dua dengan total 32 medali. Tuan rumah mengoleksi delapan emas, 12 perak, dan 12 perunggu.
Korea Selatan Kunci Tiga Besar dengan 15 Perunggu
Korea Selatan berada di tempat ketiga dengan lima emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Perolehan perunggu mereka paling banyak di antara tiga besar, menandakan banyak atlet Korea yang berhenti di semifinal.
Di bawahnya, persaingan menuju sepuluh besar masih ketat. Sejumlah kontingen memanfaatkan hari kelima untuk mengejar emas di cabang-cabang yang menjadi andalan mereka.
Uzbekistan Raih Emas Pertama, Indonesia Terlempar ke Peringkat 13
Indonesia belum berhasil menambah medali pada hari ini. Kontingen Merah-Putih masih bertahan dengan satu perak dan enam perunggu.
Hasil itu membuat Indonesia dilewati Uzbekistan, yang meraih emas pertamanya dari cabang olahraga Karate. Tambahan emas tersebut cukup untuk menggeser posisi Indonesia ke urutan 13.
Dengan satu perak dan enam perunggu, Indonesia masih menunggu cabang-cabang yang selama ini menjadi lumbung medali, seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panahan, untuk mulai bertanding di fase final.
Klasemen Medali Asian Games 2026
- China: 23 emas, 10 perak, 5 perunggu (38 medali)
- Jepang: 8 emas, 12 perak, 12 perunggu (32 medali)
- Korea Selatan: 5 emas, 3 perak, 15 perunggu (23 medali)
- Uzbekistan: 1 emas (menyalip Indonesia)
- Indonesia: 1 perak, 6 perunggu (peringkat 13)
China menambah delapan emas dalam setengah hari, laju tercepat sejak Asian Games 2026 dimulai. Jika tren ini berlanjut, selisih dengan Jepang di posisi dua berpotensi melebar dalam dua hari ke depan.
Bagi Indonesia, hari-hari berikutnya menjadi penentu apakah kontingen bisa kembali menembus sepuluh besar atau justru terus tergeser oleh negara-negara Asia Tengah yang mulai panen emas.