KENDAL — Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari ikut turun mengantarkan makanan tambahan kepada anak berisiko stunting di wilayah Kecamatan Ringinarum, Selasa (18/8/2026). Langkah ini merupakan bentuk dukungan langsung terhadap inovasi layanan kesehatan berbasis kader yang digagas Puskesmas Ringinarum.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tika menyebut program Kajekzi sebagai wujud nyata komitmen daerah menghadirkan layanan kesehatan yang adaptif dan menyentuh langsung masyarakat.
"Inovasi Kajekzi ini adalah bentuk nyata komitmen Kabupaten Kendal untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif, responsif, mudah diterapkan dan benar-benar hadir di tengah masyarakat," ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kendal, Ferinando Rad Bonay, menjelaskan bahwa pengiriman PMT di Ringinarum melibatkan ratusan kader yang tersebar di tingkat desa. Mereka tidak hanya mengantar makanan, tetapi juga memastikan asupan gizi anak terpantau secara berkala.
"274 kader kita kerahkan dan menjadi ujung tombak dalam mengantarkan PMT sekaligus memberikan edukasi, melakukan pemantauan dan menyampaikan informasi kepada keluarga penerima manfaat," terang Ferinando.
Ferinando menambahkan, inovasi ini terbukti bermanfaat dan mulai direplikasi di sejumlah puskesmas lain. Tiga desa di wilayah kerja Puskesmas Weleri, Plantungan, dan Cepiring kini telah mengadopsi pola layanan serupa.
"Sesuai harapan Ibu Bupati, kita akan memotivasi Puskesmas yang lain untuk bisa melaksanakan hal yang sama," jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penurunan angka stunting tidak bisa hanya bertumpu pada pembagian makanan tambahan. Intervensi lain seperti edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan keterlibatan keluarga tetap menjadi faktor penentu.
Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Ulia Huda, menegaskan bahwa Kajekzi dirancang sebagai program kolaborasi yang mengedepankan penguatan kapasitas kader. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi perhatian utama agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
"Kajeksi ini menjadi sebuah program kolaborasi, penguatan kader dan yang lebih penting harus berkelanjutan," ungkapnya.
Ulia berharap layanan ini tidak berhenti pada distribusi PMT, melainkan menjadi jembatan komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga dalam memantau kondisi balita secara berkelanjutan. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat upaya penurunan stunting di Kabupaten Kendal sejak dini.