Pencarian

Harga Emas Dunia Anjlok 3,37% Sepekan ke USD4.140, Yield US Treasury Tekan

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 09:50:01 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok 3,37% Sepekan ke USD4.140, Yield US Treasury Tekan
Harga emas dunia turun 0,88% ke USD4.140,52 per troy ons pada perdagangan Jumat (2/10/2026).

JAWA TENGAH — Harga emas dunia melemah 0,88% ke USD4.140,52 per troy ons pada perdagangan Jumat (2/10/2026), membalikkan penguatan sebelumnya. Dalam sepekan, logam mulia ini merosot 3,37% akibat tekanan penguatan dolar AS dan lonjakan yield US Treasury tenor 10 dan 30 tahun ke level tertinggi sejak 2002. Pelemahan terjadi meski data lapangan kerja AS September menunjukkan perlambatan lebih tajam dari perkiraan.

Penurunan terjadi setelah emas sempat menguat lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Penguatan singkat itu muncul setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat lebih tajam dari ekspektasi pasar pada September.

Dolar AS dan Yield US Treasury Jadi Pemicu Utama

Dolar AS memang sedikit melemah pada perdagangan Jumat, tetapi masih berada di jalur penguatan secara mingguan. Penguatan indeks dolar sepanjang pekan menekan harga emas yang dihargai dalam mata uang tersebut.

Tekanan lebih besar datang dari pasar obligasi. Yield US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun pada Kamis (1/10) menyentuh level tertinggi sejak 2002. Kenaikan yield meningkatkan opportunity cost memegang emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Kombinasi dolar kuat dan yield tinggi membuat investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berpendapatan tetap. Emas kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam jangka pendek.

Data Tenaga Kerja AS Tidak Cukup Menahan Pelemahan

Perlambatan pertumbuhan lapangan kerja AS seharusnya menjadi sentimen positif bagi emas. Data lemah biasanya mendorong ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, yang secara historis menguntungkan logam mulia.

Namun respons pasar hanya bersifat sementara. Emas sempat naik lebih dari 1% setelah rilis data, sebelum kembali tertekan oleh kenaikan yield dan penguatan dolar.

Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed ke depan. Ketidakpastian soal timing penurunan suku bunga membuat posisi emas rentan terhadap fluktuasi yield obligasi pemerintah AS.

Apa Artinya bagi Investor Emas di Indonesia

Pelemahan harga emas global berpotensi mempengaruhi harga emas batangan di pasar domestik, termasuk produk Antam dan Pegadaian. Investor ritel yang memegang emas sebagai instrumen lindung nilai perlu mencermati tren yield US Treasury dan pergerakan indeks dolar.

Bagi pelaku pasar komoditas, level USD4.100 per troy ons menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan ke bawah level itu berpotensi memperpanjang tekanan jual.

Sebaliknya, jika data ekonomi AS berikutnya kembali melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, emas berpeluang rebound. Koreksi sepekan ini bisa menjadi titik masuk bagi investor jangka panjang yang masih melihat emas sebagai aset diversifikasi portofolio.

Follow jatenglink.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks