BMW iX3 Ludes Dipesan di China Tanpa Unit Pajangan, Pengiriman Terancam Mundur ke 2027

Penulis: Puguh Triyono  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:47:31 WIB
Pesanan BMW iX3 di China melampaui pasokan unit pajangan, dengan pengiriman diperkirakan mundur hingga 2027.

JAWA TENGAH — Fenomena ini terungkap dalam laporan CarNewsChina yang dikutip Sabtu (29/8). Sejak pra-penjualan dibuka di Chengdu Auto Show pada 21 Agustus, BMW membanderol iX3 dengan harga 269.900 yuan hingga 339.900 yuan, setara Rp590 juta sampai Rp745 juta. Angka tersebut menempatkan iX3 langsung bersaing dengan pemain utama seperti Tesla Model Y dan NIO ES6 di segmen SUV listrik premium.

Strategi "Menjual Gambar" dan Daya Tarik Merek

Menurut wawancara 36KR dengan sejumlah dealer, beberapa gerai di wilayah utama mencatat hampir 80 pesanan awal masing-masing hanya dalam tujuh hari pertama. Padahal, unit pajangan baru dijadwalkan tiba di lebih dari 500 dealer di seluruh China pada akhir Oktober. Untuk sementara, tenaga penjualan hanya mengandalkan brosur dan gambar digital untuk meyakinkan calon konsumen.

"Kami bukan menjual mobil, kami menjual gambar," ujar seorang tenaga penjualan BMW berpengalaman kepada 36KR. CarNewsChina menilai respons ini menunjukkan daya tarik merek BMW masih kuat di tengah gempuran merek domestik seperti BYD dan Xpeng yang agresif menawarkan teknologi mutakhir dengan harga lebih murah.

Spesifikasi Unggulan dan Kemitraan Teknologi Lokal

BMW membanderol varian tertinggi iX3 dengan baterai silinder berukuran besar yang diklaim memiliki jarak tempuh hingga 919 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Uji resmi di sekitar Danau Qinghai bahkan mencatat jarak tempuh nyata lebih dari 800 kilometer, angka yang menjadi senjata utama melawan "range anxiety" konsumen China.

Mobil ini juga dibekali teknologi berkendara otomatis end-to-end yang dikembangkan bersama Momenta, perusahaan rintisan otonom asal China. Sistem ini menjadi standar di seluruh varian. Kokpit pintarnya terintegrasi dengan model AI bahasa Qwen milik Alibaba dan DeepSeek untuk meningkatkan interaksi suara, sebuah langkah strategis untuk memenuhi ekspektasi konsumen China yang sangat melek teknologi.

Jadwal Pengiriman Berisiko dan Skema Kompensasi

Masalah justru muncul pada jadwal pengiriman. Batch pertama dijadwalkan mulai November, tetapi pengiriman dalam jumlah besar baru diperkirakan berjalan pada 2027. Sebagian konsumen bahkan harus menunggu hingga 31 Januari 2027 untuk mengonfirmasi pesanan mereka.

Di pasar China, jarak antara peluncuran dan pengiriman biasanya hanya sekitar dua bulan. Masa tunggu BMW yang bisa mencapai lima bulan dinilai berisiko membuat sebagian pemesan mundur. Untuk meredam kekecewaan, BMW menyiapkan skema "poin menunggu" senilai 100 poin anggota per hari hingga mobil dikirim. Konsumen yang menunggu hingga Januari 2027 bisa mengumpulkan sekitar 16.000 poin dengan nilai tukar sekitar 4.000 yuan atau Rp17,6 juta.

Verifikasi Teknologi Jadi Penyebab Keterlambatan

Sumber internal BMW mengatakan kepada 36KR bahwa keterlambatan terjadi karena perusahaan masih menyelesaikan verifikasi akhir sejumlah teknologi baru untuk memastikan kestabilannya sebelum mobil diserahkan kepada konsumen. Langkah ini diambil untuk menghindari insiden teknis yang dapat merusak reputasi merek, terutama setelah beberapa pesaing lokal menghadapi kritik atas masalah perangkat lunak.

Keputusan BMW untuk mengutamakan kestabilan dibanding kecepatan pasar menjadi ujian besar. Jika skema kompensasi terbukti efektif, strategi ini bisa menjadi preseden baru bagi merek global yang beroperasi di China. Namun, jika pembatalan massal terjadi, BMW harus memutar otak untuk mempertahankan momentum penjualan yang sudah terlanjur mengesankan di awal peluncuran.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top