JEPARA — Laporan hasil pengujian UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mencatat empat sampel makanan diperiksa dari menu SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 01: ayam bakar, sambal, buah anggur, dan selada. Hanya sampel selada yang menunjukkan hasil positif Escherichia coli.
Selain E. coli, sampel selada juga positif Yeast and Mold atau ragi dan kapang. Pemeriksaan terhadap Bacillus cereus, Enterobacteriaceae, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp pada sampel yang sama dinyatakan negatif.
Sampel buah anggur turut menunjukkan hasil positif pada parameter Yeast and Mold. Sementara ayam bakar dan sambal dinyatakan negatif pada seluruh parameter mikrobiologi yang diperiksa. Laporan tersebut mencantumkan tanda bintang (*) sebagai keterangan hasil tidak memenuhi baku mutu.
Keluhan gangguan pencernaan dialami penerima MBG dari tiga sekolah di Kecamatan Mlonggo. Berdasarkan surat laporan khusus Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), ketiga sekolah itu adalah SMK Nawakartika, MA Nawakartika, dan SDN 1 Srobyong.
Dari total 118 orang, sebanyak 106 merupakan siswa dan 12 lainnya guru. Di SMK Nawakartika terdapat 33 siswa dan 4 guru yang mengalami keluhan. MA Nawakartika mencatat 13 siswa, sedangkan SDN 1 Srobyong menjadi yang terbanyak dengan 60 siswa dan 8 guru.
Keluhan dilaporkan setelah sejumlah penerima mengonsumsi MBG pada Senin dan mengalami gejala pada malam harinya.
Escherichia coli merupakan bakteri indikator sanitasi yang keberadaannya pada makanan menunjukkan kemungkinan kontaminasi dari lingkungan, air, atau proses pengolahan. Adapun Yeast and Mold adalah parameter mikrobiologi yang mencakup ragi dan kapang, organisme yang bisa muncul bila penyimpanan atau kebersihan bahan tidak terjaga.
Keduanya termasuk parameter yang diuji untuk memastikan makanan memenuhi baku mutu mikrobiologi sebelum didistribusikan ke penerima manfaat.
Laporan laboratorium tertanggal 11 September 2026 itu menjadi dasar resmi bagi Dinkes Jepara dalam menelusuri sumber kontaminasi. Hasil pemeriksaan ini juga melengkapi laporan khusus BGN yang lebih dulu mencatat jumlah penerima terdampak.
SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 01 menjadi titik perhatian karena seluruh keluhan berasal dari satu dapur pelayanan yang sama. Pemeriksaan lanjutan terhadap proses pengolahan, penyimpanan bahan, hingga distribusi menjadi krusial agar kejadian serupa tidak terulang pada penerima MBG lain di Kecamatan Mlonggo.