JAWA TENGAH — Legenda gitar dan penggemar Manchester City, Johnny Marr, menantang pakar BBC Sport Chris Sutton dalam prediksi pekan keempat Premier League. Mantan pemain Chelsea itu menyoroti tekanan besar yang menghantui Manchester United jelang laga kontra Fulham.
Kompetisi Premier League memasuki pekan keempat dengan sejumlah pertanyaan besar, terutama soal masa depan manajer Manchester United, Michael Carrick. Tekanan terhadap Carrick kian menggunung setelah Setan Merah mencatat awal musim yang buruk. Laga melawan Fulham pada Minggu malam waktu setempat menjadi ujian berat terakhir sebelum jeda internasional selama tiga pekan.
"Bagi tim-tim yang memulai musim dengan buruk, dan United salah satunya, jeda tiga pekan bisa menjadi masa yang mengerikan," ujar Chris Sutton kepada BBC Sport.
Sutton menilai jeda kompetisi justru akan memperburuk situasi di Old Trafford. Spekulasi mengenai masa depan Carrick diprediksi akan terus berkembang selama periode kosong tersebut.
Pakar sepak bola BBC itu menilai Manchester United bukan satu-satunya tim yang kesulitan, tetapi sorotan publik jauh lebih besar. Menurutnya, ada banyak hal yang harus direnungkan manajemen klub saat ini. "Ini membuat akhir pekan ini menjadi jauh lebih penting," tambah Sutton.
Sutton sendiri menjalani tantangan prediksi untuk seluruh 380 pertandingan Premier League musim ini. Ia berhadapan dengan AI, pembaca BBC Sport, serta sejumlah tamu spesial. Untuk pekan keempat, ia melawan gitaris legendaris sekaligus penggemar Manchester City, Johnny Marr.
Marr tengah menikmati awal sempurna Manchester City di Premier League musim ini. Kemenangan di Old Trafford pada laga derby pekan lalu menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi para penggemar City. Kemenangan tersebut melanjutkan performa impresif di bawah asuhan manajer baru, Enzo Maresca.
"Saya pikir derby itu akan dikenang penggemar City untuk waktu yang lama," kata Marr.
Musisi yang baru merilis album The Age Of Everything pada 2 Oktober itu mengakui sempat khawatir ketika Phil Foden mendapat kartu merah begitu awal. Menurutnya, kartu merah itu seharusnya tidak perlu terjadi. "Seharusnya itu hanya kartu kuning untuk Foden dan Bruno Fernandes," ujarnya.
Marr menilai transisi di tubuh City berjalan mulus berkat pendekatan Maresca. Ia menilai pelatih asal Italia itu menunjukkan filosofi dan karakter kepemimpinannya sendiri. "Tidak ada yang menduga Maresca menang di empat laga pertamanya, tapi kenapa tidak? Saya menyukainya," kata Marr.
Laga pembuka pekan ini mempertemukan Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium. Sutton menyoroti lini depan Chelsea yang tajam namun rapuh di lini belakang. Ia menilai manajer Xabi Alonso masih kesulitan menemukan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Brentford di bawah asuhan Keith Andrews dianggap punya keseimbangan lebih baik. The Bees dinilai berbahaya saat melakukan serangan balik. Laga ini berakhir imbang 2-2 pada September tahun lalu, dan Sutton memprediksi hasil serupa terulang.
Laga Sabtu mempertemukan Tottenham Hotspur dan Aston Villa, dua tim yang belum meraih kemenangan di liga. Sutton menilai manajer Spurs, Roberto de Zerbi, mulai berada di bawah tekanan. Meski reputasinya sebagai pelatih hebat terbukti saat di Brighton, belum ada peningkatan berarti di Tottenham.
De Zerbi disebut terus meminta waktu untuk membangun tim. Namun Sutton menilai waktu yang dimilikinya sudah cukup panjang. Ia membandingkan dengan klub seperti Hull dan Ipswich yang juga merombak skuad namun tampil lebih baik.
Situasi berbeda dialami Unai Emery di Aston Villa. Meski juga belum menang di liga, Villa dinilai lebih berpeluang mencetak gol. Sutton memperkirakan Villa akan bangkit seperti musim lalu setelah gagal menang di lima laga awal.
Laga Brighton kontra Arsenal di Amex Stadium berpotensi memanas. Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, sebelumnya mengkritik Arsenal soal kebiasaan membuang waktu saat mengalahkan The Seagulls akhir musim lalu.
Sutton mengaku menyukai gaya permainan Brighton. Ia menyaksikan langsung comeback Brighton saat mengalahkan Manchester United di Carabao Cup tengah pekan. Menurutnya, Brighton tetap berani menekan dan menyerang siapa pun lawannya, terlepas dari pemain yang absen.
Untuk sistem penilaian, tebakan hasil benar bernilai 10 poin, sementara skor tepat mendapatkan 40 poin. Pembaca BBC Sport juga bisa ikut serta memprediksi skor pertandingan melalui kanal resmi BBC.