SEMARANG — Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyampaikan bahwa pagi hingga siang hari sebagian besar wilayah Jateng akan cerah hingga cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi umumnya berubah berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah titik.
"Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," kata Ferry dalam keterangan tertulis.
BMKG merinci wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan pada periode prakiraan pukul 07.00–19.00 WIB. Wilayah tersebut meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Slawi, Semarang, dan Bumiayu.
Hujan ringan diprediksi turun terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya. Sementara itu, 25 wilayah lain diperkirakan hanya berawan sepanjang hari, mulai dari Kebumen, Purworejo, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Brebes, Magelang, Solo, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Majenang, hingga Ambarawa.
Suhu udara di Jateng diperkirakan berkisar antara 16–36 derajat Celcius dengan kelembaban udara 45–95 persen. Ferry menyebut sejumlah daerah di jalur pantura berpotensi mencapai suhu maksimum.
"Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Semarang, diperkirakan mencapai suhu 36 derajat celcius," ujarnya.
Angka itu berada di batas atas rentang suhu harian Jateng. Warga di wilayah pantura diminta mengantisipasi paparan panas, terutama pada siang hari.
Ferry mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Musim kemarau yang masih berlangsung membuat lahan kering mudah terbakar.
"Waspada potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau," ucapnya.
Peringatan itu menyasar warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, lahan pertanian, dan area terbuka. Pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan berisiko memicu kebakaran yang meluas saat cuaca panas.
BMKG menyarankan warga memantau pembaruan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hari ketika potensi hujan ringan muncul di wilayah pegunungan.