BRI Wealth Management Beberkan Peluang Investasi Syariah di Tengah Koreksi Pasar 2026

Penulis: Puguh Triyono  •  Senin, 21 September 2026 | 14:48:02 WIB
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto berbicara dalam Sharia Wealth Forum 2026 di Jakarta, 9 September 2026.

JAWA TENGAH — BRI Wealth Management menggelar Sharia Wealth Forum 2026 di Jakarta pada 9 September 2026, membahas investasi syariah sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Forum ini digelar saat pasar modal tengah mencari titik keseimbangan setelah koreksi signifikan pada paruh pertama tahun ini.

Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama PT Syailendra Capital menggelar Sharia Wealth Forum 2026 bertajuk "Navigating Opportunities Through Sharia Investment" di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 9 September 2026. Forum ini menyasar nasabah BRI Prioritas dan BRI Private yang ingin memperluas strategi investasi mereka.

Langkah BRI Wealth Management menyelenggarakan forum ini muncul saat investor dihadapkan pada pilihan yang semakin kompleks: mengejar imbal hasil, menjaga likuiditas, atau mengamankan aset dari gejolak pasar. Investasi syariah ditawarkan sebagai salah satu jawaban atas dilema tersebut.

Mengapa Investasi Syariah Layak Dipertimbangkan

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menilai kondisi ekonomi dan pasar yang bergerak dinamis menuntut investor melihat investasi secara lebih menyeluruh. Bukan sekadar mengejar potensi keuntungan, tetapi juga menata portofolio, menjaga likuiditas, dan mengelola risiko sesuai tujuan finansial masing-masing.

"Kondisi ekonomi dan pasar terus bergerak dinamis. Bagi investor, situasi seperti ini tentu menghadirkan tantangan, tetapi di saat yang sama juga membuka berbagai peluang," ujar Aris dalam forum tersebut.

Menurut Aris, investasi syariah tidak hanya relevan bagi nasabah yang memang memiliki preferensi terhadap produk berbasis syariah. Instrumen ini juga bisa menjadi pelengkap portofolio bagi investor yang ingin mendiversifikasi asetnya.

Dalam forum itu, peserta mendapatkan paparan mengenai perkembangan pasar modal syariah, prinsip-prinsip investasi syariah, hingga pilihan reksa dana syariah yang tersedia di pasar.

Pendampingan Relationship Manager Jadi Kunci

BRI Wealth Management menyediakan layanan advisory untuk membantu nasabah menentukan pilihan investasi dan strategi pengelolaan aset. Pendampingan ini dilakukan melalui Relationship Manager BRI Prioritas dan BRI Private yang tersebar di berbagai wilayah.

"Pengelolaan investasi tidak berhenti pada memilih instrumen, tetapi bagaimana setiap keputusan ditempatkan dalam strategi portofolio yang tepat. Kami ingin nasabah memiliki perspektif yang utuh dalam melihat setiap alternatif, termasuk investasi syariah, sebelum menentukan pilihan," tegas Aris.

Hingga triwulan II 2026, jumlah investor baru di BRI Wealth Management tumbuh 280,68 persen. Nilai aset kelolaan (AUM) reksa dana juga meningkat 46,94 persen. Layanan ini didukung 43 outlet layanan prima dan 152 Priority Lounge di seluruh Indonesia.

Valuasi Mulai Menarik Usai Koreksi

CEO Syailendra Capital Fajar R. Hidajat menilai paruh pertama 2026 memberikan tekanan cukup besar bagi pasar. Namun setelah koreksi yang signifikan, muncul peluang baru berupa valuasi yang lebih menarik dan imbal hasil yang lebih kompetitif.

"Memasuki paruh kedua 2026, kita melihat lanskap investasi yang semakin kompleks. Kondisi market yang dinamis membuat kita semakin sadar bahwa pengelolaan aset dan wealth management sangat penting. Bukan hanya memaksimalkan return, tetapi juga mengelola risiko," ujar Fajar.

Bagi Fajar, momen setelah koreksi justru menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk mengevaluasi kembali portofolio secara lebih objektif. Valuasi yang terkoreksi membuka ruang masuk bagi instrumen yang sebelumnya dinilai terlalu mahal.

Pertumbuhan investor baru BRI Wealth Management yang melonjak 280,68 persen menunjukkan minat masyarakat terhadap pengelolaan kekayaan terus menguat. Investasi syariah berada di posisi yang strategis untuk menangkap lonjakan tersebut, terutama bagi nasabah yang menginginkan instrumen sesuai prinsip keagamaan tanpa mengorbankan potensi imbal hasil.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top