PATI — Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengukuhkan pengurus dan anggota Forum Wartawan Pati periode 2026-2029 di Pendopo Kantor Bupati Pati. Prosesi pengukuhan berlangsung Jumat, 25 September 2026, dengan jumlah pengurus dan anggota sesuai Surat Keputusan yang diterbitkan organisasi tersebut.
Pengukuhan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati, perwakilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sejumlah organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat se-Kabupaten Pati. Kehadiran sejumlah pihak tersebut menandai posisi FWP sebagai salah satu organisasi pers yang berjejaring dengan instansi pemerintah daerah.
Ketua FWP Ari Saptono menekankan bahwa profesionalisme menjadi syarat utama bagi setiap anggota dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, wartawan harus bekerja sejalan dengan kode etik jurnalistik demi mengedepankan kebenaran informasi.
"Hari ini pengukuhan pengurus dan anggota FWP periode 2026-2029. Untuk jumlahnya sekitar 43 sebagaimana di SK. Harapannya ke depan FWP bisa menjadi wartawan yang profesional," ujar Sapto.
Dirinya juga mendorong awak media di Pati agar semakin kritis dan berpikir maju sebagai garda terdepan keterbukaan informasi. FWP, kata dia, berkomitmen menyajikan fakta yang aktual dan terpercaya dalam setiap pemberitaan.
"FWP bisa menjadi pers yang maju, pers yang mengedepankan kode etik jurnalistik," ungkapnya.
Sapto berpesan kepada seluruh anggotanya untuk menjaga kekompakan dan membawa semangat kuat dalam mewartakan informasi kepada publik.
"Pesan saya, tetap semangat, jaga marwah wartawan. Kode etik jurnalistik tetap diutamakan," terang Sapto.
Risma Ardhi Chandra dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan pengukuhan FWP. Menurutnya, FWP mampu menjadi organisasi pers yang independen sekaligus menjaga kondusifitas Kabupaten Pati.
"FWP mampu menjadi organisasi pers yang profesional dan independen. Dan, kondusifitas Pati perlu kita jaga bersama-sama," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Chandra menyoroti banyaknya warganet yang memanfaatkan media sosial untuk mengabarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Keberadaan warganet yang seolah-olah menjadi wartawan dinilai meresahkan publik.
"Banyak warga mendadak jadi wartawan, tapi mereka tidak dibekali ilmu jurnalistik, sehingga yang mereka beritakan tidak sesuai kenyataan. Kami harap FWP menjadi lembaga pers yang punya visi misi dan menjaga kondusifitas Kabupaten Pati," ungkapnya.
Dengan jumlah anggota yang tercatat dalam SK, FWP memiliki basis sumber daya untuk berperan sebagai rujukan informasi bagi warga Kabupaten Pati. Kehadiran organisasi pers yang berpegang pada kode etik dinilai penting di tengah derasnya arus informasi media sosial yang sulit diverifikasi.
Pengukuhan periode 2026-2029 menandai masa kerja baru kepengurusan FWP. Ketua dan jajaran pengurus yang baru dikukuhkan akan menjalankan fungsi organisasi sekaligus memastikan setiap anggota bekerja sesuai standar profesi wartawan.